Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tertekan Kenaikan Ekuitas AS, Harga Emas Jatuh Hingga 14,1 Dolar AS



JAKARTA (wartamerdeka.info) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya pasar ekuitas Amerika Serikat setelah sehari sebelumnya menguat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 14,1 dolar AS atau 0,94 persen, dan ditutup pada 1.483,5 dolar AS per ounce.

Pada pukul 17.30 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 273,67 poin atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 naik 34,05 poin atau 1,15 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 104,62 poin, atau 1,3 persen.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas Amerika Serikat. Ketika pasar saham sedang naik para investor mungkin berhenti membeli aset-aset safe-haven karena mengalihkan investasi mereka ke aset-aset berisiko seperti saham.

Namun penurunan harga emas lebih lanjut tertahan oleh pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 98,2867 pada akhir perdagangan.

Dolar AS tertekan setelah pada Selasa (15/10/2019) diberitakan bahwa negosiator Inggris dan Uni Eropa (UE) mendekati kesepakatan rancangan Brexit. Para pejabat Uni Eropa seperti dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa mungkin ada terobosan sebelum Selasa sore.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 32,6 sen atau 1,84 persen menjadi ditutup pada 17,384 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 10,2 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi 889,2 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (An)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama