Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Presiden Jokowi Bertemu Ahok dan Dirut Pertamina: Pembangunan Kilang Minyak Saya Suruh Kawal Betul

Presiden Jokowi

JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pertemuannya dengan Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Dirut PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12) sore, membicarakan urusan migas.

“Urusan yang berkaitan dengan impor migas, urusan yang berkaitan dengan B20, B30,” kata Presiden menjawab wartawan usai menghadiri acara Pembukaan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro, di Grand Ball Room Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12) pagi.

Menurut Presiden, dirinya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan bisa diturunkan kalau impor migas bisa dikendalikan dengan baik, dan juga lifting produksi dari minyak dan gas bisa dinaikkan. “Intinya mereka menyanggupi,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut Presiden, terkait penggunaan B30 (Biodiesel 30%) yang akan dimulai Januari awal agar betul-betul dilaksanakan dan dikawal, sehingga juga bisa menurunkan impor minyak. “Intinya dua itu,” ungkap Presiden Jokowi.

Mengenai soal mafia migas, Presiden menyampaikan, ke situ larinya. Demikian juga pembangunan kilang minyak, menurut Presiden Jokowi itu harus, karena sudah 34 tahun kita tidak bisa membangun kilang minyak. Kebangetan.

“Saya suruh kawal betul, akan saya ikuti terus juga progresnya presentasenya sampai sejauh apa,” ungkap Presiden.

Sementara soal isu penunjukan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Kabinet Kerja, Rudiantara, yang akan ditunjuk menjadi Direktur Utama (Dirut) PT. PLN (Persero), Presiden Jokowi menyarankan wartawan untuk menanyakan hal itu kepada Menteri BUMN. “Tanyakan ke Pak Rudiantara langsung, tanyakan juga ke Menteri BUMN,” tegas Presiden Jokowi. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama