Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Komunitas Batik Bekasi Sumbang Korban Banjir


BEKASI (wartamerdeka.info) - Akibat banjir yang melanda wilayah kota Bekasi dan sekitarnya beberapa waktu yang lalu, membuat sejumlah komunitas yang ada di kota Bekasi turun tangan membantu warga yang terdampak banjir tersebut, salah satunya yang tergabung komunitas Batik Kota Bekasi  yang membagikan baju Batik kepada seluruh anak PAUD yang ada di  SPS Bunga Tanjung tersebut.
     
Ketua Komunitas Batik Bekasi, Barito dalam sambutanya mengatakan, akibat musibah banjir kemarin tentunya kami sebagai komunitas Batik Bekasi ingin adik - adik PAUD yang terkena musibah banjir tersebut tetap ceria dan bisa mengurangi kesedihan mereka, " sebagai rasa kepedulian kami dari komunitas Batik Bekasi , kami ingin melihat anak - anak PAUD ini tetap ceria, " ucapnya.
     
Kepsek SPS Bunga Tanjung, Tine Mulyaningsih .S.Pd.M.  yang di temui di ruang kerjanya kepada wartamerdeka.info, senin ( 27/01 ) mengungkapkan, sangat berterima kasih kepada komunitas Batik Bekasi yang telah memberikan berupa baju Batik kepada anak - anak didiknya, " kami sangat berterima kasih atas perhatian yang sangat luar biasa dan bisa membangkitkan kecerian dan kebahagian kembali anak-anak, Orang tua dan seluruh Guru  (PAUD ) Bunga Tanjung, "katanya.
     
Lebih lanjut Tine bengaku, akibat banjir yang merendam seluruh ruangan PAUD tersebut, mengakibatkan  beberapa peralatan pendukung belajar mengajar seperti bangku, meja  dan buku -buku serta peralatan lain banyak yang hancur , " mudah - mudahan baik pemerintah maupun komunitas launya yang ada di kota Bekasi ini, mau membantu menyumbangkan  peralatan lainnya yang hancur akibat terendam air tersebut, " harapnya. (acing)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama