Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Korban Banjir Teriak Kelaparan, Anies Cuek


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diteriaki salah seorang warga saat mengunjungi  korban banjir ke Jalan Rusunawa Pesakih, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis 2 Januari 2020 siang.

“Pak Anies kami butuh makan, banyak yang kelaparan,” teriak seorang warga sesaat setelah Anies selesai melakukan wawancara dengan sejumlah wartawan.

Anies yang diteriaki pun sontak menjawab dan membenarkan bahwa saat ini masih banyak warga di kawasan Pesakih yang kelaparan dan belum bisa dievakuasi.

“Iya benar, di sini ada banyak warga terdampak dan mayoritas, belum dapat bantuan. Mereka kebanyakan membutuhkan makanan, minuman,” kata Anies sambil terus berjalan meninggalkan warga yang berteriak kelaparan. Anies terlogat cuek saja menanggapi keluhan warga.

Kepada wartawan, Anies juga sempat menjelaskan perihal kurangnya pasokan makanan ke wilayah yang terendam banjir cukup tinggi ini. Saat melakukan inspeksi Anies menyebut ada sekitar 1.000 warga yang belum dievakuasi dan masih terjebak di Masjid Hasyim Ashari.

Namun Anies menyebut saat ini bantuan berupa makanan dan minuman tersebut telah dalam perjalanan untuk segera diberikan kepada warga.

“Pasokan makanan, itu yang datang terlambat, saya bicara dengan pak wali Jakarta Barat untuk segera percepat,” kata Anies.

Menurut Anies, di wilayah tersebut selain terjebak di Masjid Hasyim Ashari, masih ada juga warga yang terjebak di rumah mereka. Hal ini lantaran warga tersebut sebelumnya menolak dievakuasi dan memilih tetap tinggal di rumahnya meski air meluap semakin tinggi.

Seperti diketahui, sebagian warga Duri Kosambi dan Semanan terdampak banjir akibat meluapnya kali Mookervat Daan Mogot, Kalideres, semenjak malam tahun baru 2020 kemarin, hingga 2 Januari 2020 hari ini. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama