// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Proyek BPBD Cilacap Selesai Dikerjakan, Warga Merasa Aman


CILACAP (wartamerdeka.info) - Proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap yang berada di Desa Ciruyung Kecamatan Karangpucung telah selesai dikerjakan.

Dengan menunjuk rekanan CV. Kustri Jaya sebagai rekanan, pekerjaan yang di biayai pemda Cilacap ini untuk paket pekerjaan pembangunan talud penahan tanah longsor pemukiman di Dusun Pengasinan Desa Ciruyung.

Seperti yang terpampang pada papan kegiatan, proyek BPBD ini menyerap anggaran sebanyak Rp. 95.750.000,- dengan jangka waktu 45 hari kalender dimulai pada tanggal 5 Februari 2020.

Pembangunan talud tersebut setidaknya mengamankan dua RT dengan jumlah lebih dari 40 rumah.
Dikatakan Komar Ketua RT Setempat, dirinya merasa bersyukur dengan adanya proyek tersebut.

"Alhamdulillah ada bangunan talud. Dengan adanya bangunan talud ini kami merasa nyaman. Apalagi dimusim penghujan seperti sekarang," ujar Komar, kemarin.

Kedepannya Komar berharap kepada pemerintah daerah Cilacap untuk membangun kembali talud penahan pemukiman. Karena masih banyak tebing yang rawan longsor.

"Kami berharap ada tambahan bangunan lagi, masih banyak tebing yang rawan longsor. Seperti di depan rumah saya, saat ini butuh pembuatan talud," terangnya.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama