TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tidak Ada Riwayat Luar Kota, Pasien Dalam Pengawasann Corona Di Cilacap Meninggal


CILACAP (wartamerdeka.info) - Satu lagi, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona meninggal dunia di Kabupaten Cilacap. Pasien tersebut merupakan pasien yang sedang menjalani isolasi di RSUD Cilacap.

Hal itu seperti laporan harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap, pada Jumat (27/3/2020)

Dengan demikian, hingga Jumat (27/3/2020) petang, secara keseluruhan terdapat 3 PDP asal Cilacap yang meninggal dunia

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Cilacap M Wijaya mengatakan, Jumat (27/3/2020) dini hari seorang PDP berjenis kelamin perempuan berusia 13 tahun meninggal dunia.

"Pasien merupakan seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Kawunganten. Pasien tidak ada riwayat ke luar kota, aktivitas sehari-hari di pondok pesantren," kata Wijaya melalui siaran pers.

Wijaya menjelaskan, pasien datang ke poli anak, Senin (23/3/2020) dengan keluhan, batuk, sesak nafas dan demam.

"Hari Selasa (24/3/2020) dilakukan swab orofaring dan nasofaring. Kemudian Kamis (26/3/2020) dilakukan swab kedua, pengambilan sputum dan serum," jelas Wijaya.

Namun, Kamis malam kondisi pasien semakin menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia Jumat pukul 03.30 WIB.

"Sebelumnya pada tanggal 20 Maret pasien sempat berobat di puskesmas dan dirontgent di sebuah rumah sakit dengan hasil bronkhopenumonia," ujar Wijaya.(gus/reonkpost)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama