Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Perkumpulan Peternak Akar Rumput Berdayakan Peternak Kambing Perah Di Pedesaan


CILACAP (wartamerdeka.info) - Perkumpulan peternak Akar Rumput yang merupakan organisasi pemberdayaan peternak di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Cilacap kini membina 9 kelompok ternak di Kabupaten Cilacap dan 2 kelompok di Kabupaten Banyumas.

Mereka bergerak di pemberdayaan petani yang melakukan kegiatan ekonomi produktif beternak kambing perah. Jumlah anggota mereka saat ini 210 peternak dengan populasi kisaran 2200 kambing.

Puthut Dwi Prastyo ketua perkumpulan peternak Akar Rumput mengatakan, mereka melakukan banyak program. Antara lain, Pendampingan SDM. "Peternak dapat mengikuti pelatihan pelatihan untuk anggota secara berkala," ujar Puthut.

Yang kedua adalah program Pendampingan Tata Kelola. Yaitu melakukan pendampingan teknis beternak secara efektif dan produktif.

"Ketiga adalah Progam bibit unggul. Perkumpulan akan memberikan pinjaman pejantan kambing perah unggul ke kelompok binaan dan petani binaan," lanjutnya.

Kemudian yang keempat adalah program Pendampingan pembiayaan. Program ini adalah upaya meningkatkan jumlah ternak anggota.  Memberikan pinjaman bibit betina produktif dan petani mengembalikan anak kambing setelah panen. "Kemudian induk diberikan kepada anggota pemelihara. Menjadi hak pemelihara," jelas Puthut.

Kelima, adalah program Pendampingan Pasar. Program ini melakukan penjualan dengan cara satu pintu.

"Semua hasil ternak anggota dipasarkan oleh perkumpulan dengan harga yang berkeadilan, lebih menguntungkan petani ketimbang menjual ternak sendiri ke pasar," terang Puthut.

Yang terakhir adalah Program recoording ternak. Semua ternak anggota tercatat identitasnya sebagai ukuran menentukan unggul tidaknya ternak.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama