Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua MPR: Pola Hidup Baru Perlu untuk Bertahan Di Tengah Pandemi


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak semua elemen masyarakat untuk berani dan siap mempraktikan gaya atau pola hidup baru. Keberanian menerapkan pola hidup baru yang diatur oleh protokol kesehatan menjadi pilihan yang harus diambil agar semua orang punya peluang untuk bertahan dan bergerak maju, sekaligus menghentikan proses pengrusakan pada semua aspek kehidupan akibat pandemi Covid-19.

Kalau tidak segera disiasati dengan pola hidup baru, pandemi Covid-19 akan menghancurkan dan merusak segala-galanya, terutama sektor perekonomian, dan segala eksesnya akan menghadirkan penderitaan bagi kehidupan banyak orang. Tak bisa dipungkiri bahwa kecemasan sudah menghinggapi banyak orang.

Menurut Ketua MPR, ketika durasi pandemi Covid-19 terbukti tak bisa dihitung, yang muncul di awal adalah dilema; menunggu sampai akhir, atau bersiasat untuk mencegah kehancuran. Kalau memilih menunggu, berapa lama pilihan waktunya? Ini pun tak bisa dijawab.

‘’Mau tak mau dan juga sangat logis, pilihannya adalah bersiasat untuk bisa hidup berdampingan dengan virus corona. Siasatnya adalah menerapkan pola hidup baru. Agar bisa terhindar dari kemungkinan terular Covid-19, diperlukan protokol kesehatan yang wajib ditaati dan dilaksanakan oleh semua orang, tanpa terkecuali, terutama selama berada di ruang publik,’’ katanya.

Memang, di tengah pandemi Covid-19, tidak mudah mengambil keputusan tentang penerapan pola hidup baru itu. Tidak mudah karena berkait langsung dengan perilaku puluhan juta orang. Akan tetapi, ketika semua orang sadar tentang urgensi memulihkan kehidupan dan kegiatan-kegiatan produktif, memilih menerapkan pola hidup baru dengan protokol kesehatan harus diambil.

‘’Sebab, hanya itu pilihan yang memungkinkan semua orang bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pilihan itu juga memungkinkan semua orang bisa terus bergerak maju. Dan, jika taat serta bersedia konsisten menerapkan protokol kesehatan, siapa saja tak perlu takut atau ragu dengan pola hidup baru itu. Sebab, protokol kesehatan itu sendiri sudah memaksa setiap orang menerapkan kehati-hatian berinteraksi di ruang publik,’’ ujar Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama