Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polrestro Bekasi Kota Didesak Gerak Cepat Ungkap Penyebab Luka Berat Wartawan Radar Bekasi


BEKASI (wartamerdeka.info) - Sudah 4 hari wartawan harian Radar Bekasi, Surya Bagus terbaring koma di RS pasca luka berat yang dialaminya. Namun hingga kini dibalik kasus tersebut, pihak Polrestro Bekasi Kota belum mampu mengungkap penyebab luka beratnya korban.

Spekulasi dan dugaan terus bergulir apa penyebab luka berat korban karena kecelakaan lalulintas atau disebabkan menjadi korban penganiayaan terkait profesinya sebagai wartawan.

"Seyogjanya pihak kepolisian gerak cepat untuk mengungkap kasus tersebut. Kepolisian pasti mampu karena didukung promoter profesional. Biar segera ada titik terang dan tidak menduga duga," jelas Pemerhati Kebijakan Publik yang juga mantan wartawan, Didit Susilo kepada awak media, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, jika motif dan sebab musabab sudah bisa diungkap pihak kepolisian, semua kelembagaan organisasi pers Bekasi harus bersikap secara resmi dan meminta asistensi Dewan Pers.

"Hal itu harus ditempuh jika ditemukan unsur kriminal dan kekerasan verbal terhadap pekerja pers. Sambil menunggu kesaksian korban, polisi bisa melakukan penyelidikan melalui Hp korban. Kan ada rekam digital bisa untuk Lidik dan petunjuk," tegas Didit.

Dijelaskannya, jika itu ditemukan unsur kekerasan terhadap pers, perlu pengawalan agar diusut secara tuntas. Jika pun itu laka tunggal juga perlu pendalaman lebih jauh.

"Dulu kan juga ada kasus kekerasan terhadap wartawan Radar, saudara Rendy dan kita semua lihat ending hukumnya. Maka jika diperlukan dibentuk Tim Investigasi Independen yang bertujuan mengungkap secara terang benderang dan untuk membantu pihak kepolisian," tuturnya.

Dia meminta semua pihak tidak berspekulasi dan dikaitkan dengan pihak tertentu.

"Kita menunggu keterangan resmi pihak kepolisian. Dalam kasus tersebut tidak harus menunggu pelaporan. Tapi pihak kepolisian bisa mendalami lebih jauh karena ada dugaan kekerasan," pungkasnya. (Pandi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama