Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tentara Gendong Anak Papua Seberangi Sungai Untuk Bersekolah


PAPUA (wartamerdeka.info) - Agar dapat ke sekolah dengan aman, personel Satgas Yonif Mekanis 516/CY menggendong anak-anak perbatasan RI-PNG seberangi Sungai Atakat yang terletak di Kampung Tetop Distrik Iniyandit Kabupaten Boven Digoel, Rabu (14/10/2020).

Dijelaskan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY, Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin, bahwa akses satu-satunya untuk anak-anak Kampung Tetop untuk berangkat dan kembali ke sekolah adalah dengan menyeberangi Sungai Atakat. “Tidak ada jembatan, mereka harus menyeberangi sungai untuk ke sekolah,” katanya.

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan, arus Sungai Atakat yang deras terutama di musim penghujan akan membahayakan keselamatan anak-ana saat menyeberangi sungai tersebut, dan terkadang menjadi kendala sehingga banyak anak-anak yang tidak berangkat ke sekolah.

“Mereka harus tetap bersekolah untuk menuntut ilmu, sebagai bekal mereka ke depan karena untuk membawa dan menjadikan Indonesia khususnya Papua lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, Dominggus (48) salah satu warga Kampung Tetop menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 516/CY terhadap warga kampungnya. “Kehadiran bapak-bapak tentara selama ini sangat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga kampung,” ucapnya.

“Puji Tuhan, kita orang tua tidak merasa kuatir lagi saat anak-anak kita berangkat sekolah. Walau belum ada jembatan anak-anak tetap bisa ke sekolah dengan aman, terima kasih bapak tentara,” ujar Dominggus.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama