TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Kecamatan Kedungreja Terendam Banjir, Warga Ditempatkan Di Pengungsian


CILACAP (wartamerdeka.info) - Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kedungreja terendam banjir pasca hujan lebat yang menguyur dalam sepekan ini. 

Adapun wilayah yang terdampak banjir antara lain Desa Bangunreja, Desa Ciklapa, Desa Jatisari dan Desa Bumireja. Ketinggian banjir bervariasi mulai 50 sampai 70 cm bahkan dibeberpa titik ada yang lebih dalam lagi.

Terkait hal itu, anggota TNI (Babinsa) jajaran Koramil 12 Kedungreja membantu warga setempat melakukan upaya evakuasi ke tempat yang lebih aman. Beberapa titik evakuasi sudah ditentukan untuk mengakomodir para pengungsi banjir, Kamis (18/11) malam.

Dalam kesempatan itu, Danramil 12 Kedungreja Kapten Inf Tasino memaparkan terkait titik evakuasi yang sudah disiapkan dan jumlah pengungsi yang sudah terdata yaitu Desa Bangunreja titik evakuasi di SD N 02 Bangunreja sebanyak 17 jiwa 6 KK, SD.N 04 Bangunreja sebanyak 10 jiwa 4 KK.

"Titik pengungsian Desa Ciklapa berada di Gedung graha sebanyak 264 Jiwa, Mesjid Baitu Rohman Ciklapa sebanyak 30 orang dan GOR Kedungreja sebanyak 24 jiwa. Titik pengungsian Desa Bumireja berada di Mesjid Baiturokhim Bojong dan Mushola setempat sebanyak 60 jiwa. Dan titik pengungsian Desa Jati Sari berada di Rumah RW Cibabut sebanyak 31 jiwa dan Posko Muntamah sebanyak 4 jiwa," papar Danramil.

Hingga saat ini, Danramil bersama forkompincam masih melaksanakan pendataan jumlah pengungsi. Selain itu mengkoordinir bantuan partisipasi warga sekitar baik dari instansi maupun organiasi masyarakat setempat.

"Terkait kondisi banjir yang belum juga surut, kami selaku aparat diwilayah Kedungreja mengingatkan warga khususnya yang berada di pengungsian agar menjaga diri dan keluarga agar tetap menjaga kesehatan, karena kondisi pengungsi saat ini ditempat tang lembab tentunya rentan terkena penyakit," harap Danramil.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama