// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Gunung berapi Dukono di Maluku Utara meletus, menyemburkan abu setinggi 1,4 km

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin pagi, 20 April 2026, mengirimkan kolom abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer di atas puncaknya. (ANTARA/HO-Badan Geologi)

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Badan Geologi Indonesia (BGI) menyatakan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin pagi (20/4/2026), mengirimkan kolom abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer di atas puncaknya,

Seperti yang dilansir Antara, Plt. Kepala BGI, Lana Saria, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta bahwa letusan terjadi pada pukul 05.53 waktu setempat, dengan kolom abu tebal yang melayang ke arah timur.

Awan abu tersebut tampak berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas tebal, menunjukkan emisi berkelanjutan dari kawah, katanya, berdasarkan pengamatan visual dari pos pemantauan di dekat gunung berapi.

Data seismik mencatat erupsi dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 49,87 detik, yang mencerminkan aktivitas vulkanik sedang namun berkelanjutan, menurut badan tersebut.

Pada saat pelaporan, aktivitas erupsi di gunung berapi di Pulau Halmahera masih berlangsung, dengan emisi abu yang terus diamati sepanjang pagi.

Gunung Dukono tetap berada pada Level Siaga II, atau Waspada, level kedua dalam sistem peringatan vulkanik empat tingkat di Indonesia, yang menunjukkan peningkatan aktivitas tetapi tidak ada ancaman erupsi skala besar dalam waktu dekat.

Pihak berwenang menyarankan warga dan pengunjung untuk menghindari semua aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang, lubang aktif utama gunung berapi tersebut.

Mereka juga mendesak masyarakat untuk tetap bersiap dengan masker wajah, karena hujan abu terjadi secara berkala dan penyebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin, sehingga daerah yang terkena dampak tidak dapat diprediksi. (sumber:en.antaranews.com)

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama