// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Satu Warga Jeruklegi Terkonfirmasi Covid-19, 11 Warga Lainnya Lakukan Swab


CILACAP (wartamerdeka.info) - Satgas Penanganan Covid-19 bersama Tim Medis Puskesmas I Jeruklegi yang dipimpin dr. Pratiti Wiji Lestari melaksanakan kontak tracking dan tes swab terhadap keluarga yang kontak erat dengan terkonfirmasi positif Covid-19. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman rumah warga Desa Sumingkir Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap, Selasa (10/11/2020).

Hadir pada kegiatan tersebut Camat Jeruklegi Rosikin, S.Sos, MM, Kepala Puskesmas I Jeruklegi dr. Pratiti Wiji Lestari, Babinsa Koramil 02/Jeruklegi Pelda Sukarso, Bhabinkamtibmas Bripka Waryanto, Koordinator TKSK Kecamatan Jeruklegi Warisno, serta Kepala Desa dan perangkat Desa Sumingkir.

Warga terkonfirmasi positif Covid-19 (Nr) sendiri merupakan karyawati di salah satu Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Cilacap. Saat ini NR telah diisolasi dan menjalani perawatan di RSI Fatimah Cilacap. 

Langkah - langkah lain yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Jeruklegi diantaranya memberikan edukasi kepada warga yang telah dilaksanakan swab untuk melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum hasil swab keluar.

Selain itu melaksanakan penyemprotan desinfektan, melaksanakan pengawasan dan pemantauan serta mengaktifkan Jogo Tonggo dari warga setempat untuk membantu pengawasan serta malakukan pengiriman bahan makanan bersama perangkat desa setempat.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama