TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Praktisi Pers: Jaga Keutuhan Bangsa Dan Jangan Sebar Kebencian

Praktisi Pers asal Aceh, Muktarrudin Usman 

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Praktisi Pers asal Aceh, Muktarrudin Usman mengajak semua pihak untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa dengan cara tidak menebar hoax dan kebencian.

"Akhir-akhir ini kita sangat prihatin dengan kondisi bangsa, hanya karena perbedaan pandangan politik, banyak yang terlibat aktif jadi penebar hoax dan kebencian atas dasar SARA," kata Muktarrudin Usman, secara tertulis, Minggu (20/12/2020). 

Karenanya Muktaruddin meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan kebencian lewat media mana pun.

"Stop penyebaran informasi dan berita hoax serta ujaran kebencian yang bersifat provokatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ajak Pimpinan Umum Mingguan Media Aceh ini.

Muktaruddin yang juga Penasihat Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh ini menambahkan, semua pihak sebaiknya menahan diri dan tidak menghasut pihak lain dengan cara apapun.

"Hentikan membuat pernyataan melalui media mana saja yang mengandung ujaran kebencian atau permusuhan kepada pihak lain," kata pemilik media online WWW.Atjehdaily.Id yang juga anggota SMSI Aceh.

Dia menekankan bahwa persatuan bangsa lebih utama ketimbang ujaran yang malah menimbulkan perpecahan. Karena itu, dia menghimbau, semua pihak untuk lebih bijaksana ketika memposting sesuatu di media sosial.

"Semua pihak sebaiknya saling menghormati dan berhenti menyatakan ujaran kebencian demi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa," tegas Muktarrudin.

Kepada masyarakat luas dan pengguna media sosial, Muktarrudin meminta agar lebih teliti dalam menyerap informasi serta tidak mudah terpancing dengan isu isu dan informasi yang bersifat hoax.

"Jangan sampai kita jadi korban hoax," demikian pesan Muktarrudin. (dm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama