// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Wabup Asmat: Banyak Anak Papua Sekolah Ke Luar Negeri Pakai Dana Otsus

Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo

PAPUA (wartamerdeka.info) - Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, memastikan kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak lah gagal. Sebab banyak anak-anak asli daerah tersebut yang sekolah ke luar negeri dibiayai dana dari pemerintah pusat.

Lebih jauh dia mengatakan, kabar simpang siur soal kegagalan Otsus ini yang dikampanyekan oleh kelompok yang berseberangan dengan NKRI. Klaim mereka merupakan kekeliruan yang besar, namun disebarluaskan ke publik. “Kita belum pernah lakukan evaluasi assessment tapi sudah sampai pada kesimpulan gagal tak beri manfaat, ini kekeliuran besar,” kata Thomas saat dikonfirmasi, Minggu (27/12/2020).

Menurut dia, berkat dana Otsus ini banyak anak-anak asli Papua yang bisa bersekolah ke luar daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Selain itu akses kesehatan menjadi lebih baik, belum lagi masalah infrastruktur.

“Sayangnya, berbagai kemajuan dan kelebihan itu, tidak disosialisasikan dengan baik oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan berbagai keberhasilan kebijakan otonomi khusus ini mesti disampaikan ke publik, sehingga informasi yang beredar tak hanya dari kelompok anti-Otsus. “Kalau Pemprov Papua punya kemampuan, tinggal disebarluaskan berapa jumlah penerima manfaat Otsus lalu sosialisasikan, bila perlu bayar pegiat sosial untuk sosialisasikan ini,” jelasnya dengan bersemangat. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama