TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tokoh Pemuda Jakbar Harapkan Kapolri Baru Mengayomi Masyarakat


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, menyampaikan bahwa dengan selesainya masa tugas Kaporli Jenderal Pol Idham Azis pada 1 Febuari mendatang, dirinya berharap pengganti Kapolri yang akan dipilih Jokowi nanti benar-benar bisa mengayomi masyarakat Indonesia. "Siapapun itu, sosok Kapolri harus benar-benar bisa mengayomi semua elemen masyarakat Indonesia, agar terwujudnya rasa aman. Dan juga calon Kapolri harus memberikan jaminan kepastian hukum kepada masyarakat. Terlebih terhadap isu-isu yang berkembang liar saat ini, Kapolri harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Umar, Kamis (14/1/2021).

Umar juga berharap kepada Kapolri baru nantinya, harus berjiwa demokratis, menjamin kebebasan bagi masyarakat untuk berpikir dan berpendapat. "Bagaimanapun bangsa ini memerlukan Kapolri yang mampu wewujudkan harapan  masyarakat dan bukan hanya mampu mewujudkan keinginan satu orang, satu golongan atau kelompok tertentu," imbuh Umar berharap.

Dirinya menambahkan, masalah yang dihadapi Polri sekarang ini tidak bisa disamakan dengan era Kapolri sebelumnya. Saat ini, bangsa Indonesia sangat berat menghadapi isu ideologi, agama, radikalisme, sparatisme, dan terorisme. "Artinya, sikap, prilaku, kinerja, dan strategi jajaran kepolisian jangan sampai menimbulkan masalah baru, yang bisa menjadi penghambat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," jelasnya.

Dia menegaskan, siapapun Kapolri baru yang menjadi pilihan Presiden harus mampu menjawab  dan menerapkan strategi terbaik dalam memimpin. "Calon Kapolri harus bisa melakukan penegakan hukum secara tegas, humanis, dan transparan. Juga bisa memberikan rasa aman dan memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan untuk masyarakat supaya Polri lebih dipercaya masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut Umar mengatakan, pencalonan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, tidak ada masalah di tubuh Polri, meskipun Sigit adalah Komjen junior. "Semua harus solid dan saya juga mendukung (pencalonan Sigit - red),” pungkasnya. (AMR/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama