Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wakil Wali Kota Bekasi Berikan Penghargaan Dari BKN Kepada Kepala BKPPD

BEKASI (wartamerdeka.info) - Pimpin Apel pagi, Wakil Wali Kota Bekasi Dr Tri Adhianto  memberikan penghargaan kepada Kepala BKPPD dari Badan Kepegawaian Negara, BKN Award tahun 2020 atas pencapaian komitmen pengawasan dan pengendalian di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Senin (15/02/2021).

Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto memberikan piagam penghargaan secara simbolis kepada Kepala BKPPD yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi.

Dalam sambutannta, Tri Adhianto menyampaikan beberapa pesan kepada ASN, salah satunya himbauan kesiapan data terkait kebutuhan vaksinasi di Kota Bekasi dalam mensukseskan program perencanaan distribusi vaksinasi tahap 2 yang telah disiapkan oleh Presiden RI Jokowidodo sebanyak 42 juta pcs untuk warga Indonesia.

Tri juga meminta kepada ASN, khususnya Kepala Daerah Lurah dan Camat untuk dapat membantu mensukseskan program Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dengan memberikan edukasi kepada warga masyarakat untuk dapat lebih bijak dalam mengelola sampah dan limbah.

"Saat ini saya sedang menggalakan program budidaya maggot dan pengumpulan minyak jelantah, sebisa mungkin kita gunakan metodologi zero waste," Pungkas Wakil Wali Kota.

Maggot diberdayakan untuk mengurangi sampah dapur atau organik dan dibudidaya karena memiliki nilai ekonomis yang bisa dijual secara kilo dan bisa juga digunakan sebagai pakan unggas dan lele.

Sedangkan pengumpulan minyak jelantah dimaksudkan untuk meminimasi pembuangan limbah jelantah ke tanah, yang tentunya dapat mempengaruhi tingkat kehigienisan sumber daya air. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama