Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

IKM Lamongan Dikagumi Gubernur Jatim

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Minggu (4/4) dibuat kagum dengan Industri Kecil Menengah (IKM) Shuttlecock di Desa Sidodadi, Kecamatan Lamongan.

Menurut Khofifah industri shuttlecock yang biasanya diproduksi berbasis wilayah tidak punya merek, tapi di Kabupaten Lamongan bahkan memiliki dua merek sekaligus.

“Lamongan ini luar biasa karena bisanya industri semacam ini yang berbasis wilayah dan dikerjakan oleh hampir orang satu desa tapi tidak punya merek. Lha di Lamongan satu produk punya 2 brand, yaitu, Mixmax dan LA Cock. Ini adalah hal yang luar biasa,” ungkap Khofifah.

Pada kegiatan bertajuk GowesPemulihan Ekonomi ini, Khofifah berharap industri shuttlecock ini terus terjaga dan semakin maju. 

Dia meminta,  Pak Yes, panggilan bupati Lamongan, untuk terus memberikan pendampingan dan penguatan terhadap industri kecil dan menengah seperti ini.

“Ini adalah kegiatan gowes pemulihan ekonomi di mana sudah hampir 80 persen daerah di Jatim yang sudah disapa. 56,94 atau hampir 57 persen tulang punggung PDRB Jatimada di sektor UMKM di mana salah satunya adalah IKM di bidang shuttlecock,” imbuh Khofifah.

Pada kesempatan yang sama Bupati Yes, mengungkapkan, IKM milik Edi Suyanto yang juga Kepala Desa Sidomukti initelah beroperasi sejak tahun 2005 dan telah mampu menyerap120 tenaga kerja yang terbagi dalam dua arena yakni, bekerja di tempat dan di rumah.

“Salah satu IKM di Kabupaten Lamongan yang sudah mulai bergairah lagi, IKM shuttlecock ini. 

Ini selaras dengan program kita, menggairahkan Kembali UMKM denganGerakan #AyoBeliProdukLamongan agar UMKM bangkit di masa 

pandemi seperti ini,” kata Pak Yes.

Pemilik usaha shuttlecock, Edi Suyanto mengungkapkan IKM miliknya sudah banyak menggunakan mesin otomatis. 

Termasuk alat penguji produk dengan pemasaran melalui pihak ketiga, terbesar  Jakarta dan Makassar. 

Edi Suyanto ingin mengembangkan area pemasaran namun masih terkendala sarana penambahan peralatanproduksi. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama