Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Salah Satu Cara Teroris Kumpulkan Dana Melalui Bisnis Narkoba

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib 

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib menuturkan salah satu cara kelompok teroris untuk mengumpulkan dana latihan hingga operasi adalah melalui bisnis narkoba.

Ia mengatakan hal tersebut disebut dengan narco-terrorism.

Ridwan mengatakan kelompok teroris yang menjadikan bisnis narkoba untuk menjadi sokongan dana dilakukan oleh kelompok Taliban di Afghanistan.

Ia mengatakan Taliban menggunakan opium sebagai ladang bisnis. Uang yang dihasilkan digunakan untuk mendirikan kamp pelatihan, hingga membeli senjata dan peledak.

"Ini muncul di Afghanistan, jadi saat itu kelompok Taliban memang menjual opium. Di Afganistan memang mereka lahan ganja dan opium gede banget, jadi mereka menggunakan itu," kata Ridwan, ketika dihubungi, Kamis (6/5/2021).

Ridwan mengatakan di Indonesia, narco-terrorism belum eksis. Ia mengatakan sejauh ini sejumlah dugaan narco-terrorism belum terbukti kebenarannya. Sehingga, ia menilai saat ini, kelompok teroris di Indonesia, seperti Jamaah Ansharut Daulah yang terakhir diketahui mengumpulkan dana melalui kotak amal.

"Di Indonesia belum eksis. Dulu pernah diduga akan dilakukan di kelompok JAD di Aceh, tapi tidak terkait antara penjualan ganja di Qceh dengan kelompok teroris di Aceh. Dulu juga ada informasi soal jaringan Freddy Budiman yang sudah dieksekusi mati di Nusakambangan itu membantu Aman Abdurahman ISIS , tapi sampai sekarang bukti otentik atau hukumnya belum ditemukan," kata Ridwan. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama