Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Danrem 071/Wijayakusuma Tutup Training of Trainers Satgas Standby Forces UNPCRS Yonif 406/Candra Kusuma

PURBALINGGA (wartamerdeka.info) - Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, tutup Training of Trainers Satgas Standby Forces UNPCRS TA. 2021 Yonif 406/Candra Kusuma Brigif-4/Dewa Ratna, Bojong, Purbalingga, Senin (28/6/2021).

Mengawali sambutan tertulis Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus., yang dibacakan Danrem 071/Wijayakusuma menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan kepada prajurit Yonif 406/Candra Kusuma. 

"Selamat kepada kalian yang telah selesai mengikuti latihan ini. Saya sangat menghargai semangat, keseriusan dan kesungguhan kalian dalam mengikuti latihan ini, sehingga dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta dapat mencapai sasaran yang dinginkan", ungkapnya.

Dikatakan, saat ini prajurit sudah memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan sebagai seorang instruktur terutama pada materi CPTM (Core Pre Deployment Training Materials) serta beberapa materi tambahan pengetahuan tentang UNPCRS. 

Komandan PMPP TNI, berharap agar prajurit dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk tetap mempelajari ilmu yang sudah diterima dan dapat menularkannya secara optimal pada saat pelaksanaan MTT (Mobil Training Team) nanti. Disamping itu menjaga kesehatan dan kebugaran fisik serta menghindari pelanggaran. Karena pelanggaran akan menjadi penghambat, apabila prajurit terpilih menjadi prajurit peacekeepers. 

Diketahui bahwa Yonif 406/Candra Kusuma ditunjuk komando atas dalam hal ini Kodam IV/Diponegoro sebagai personel perdamaian dibawah bendera PBB.

Training of Trainers Satgas Standby Forces UNPCRS Yonif 406/Candrakusuma tersebut telah selesai dilaksanakan, sebagai satuan yang dipersiapkan untuk misi PBB. Bentuk latihan itu sendiri yang dilaksanakan dalam Training of Trainers mencakup pembekalan tentang sistem dan pembekalan materi pokok di-training material yang harus dikuasai setiap personel. Materi United Nations Charter dan pembuatan persiapan dengan pemberian materi pendukung lainnya.

Meteri-materi tersebut sebagai bekal prajurit agar siap dan mampu melaksanakan tugas di berbagai misi PBB yang didalamnya juga termasuk pendalaman kemampuan komunikasi dan berbahasa asing serta sosiologi percaya pada diri untuk bisa bertugas di komunitas internasional. 

UNPCRS (United Nations Peacekeeping Credibility Readiness System) adalah suatu sistem dari PBB yang menuntut kesiapan lebih awal untuk mendukung misi PBB dalam hal ini sambil menunggu keputusan UN Security Council negara anggota untuk mempersiapkan dan mendaftarkan satuan yang dipersiapkan sekiranya PBB membutuhkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama