Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Truk Pengangkut Batu Split Lama Terparkir, Ternyata Sopirnya Meninggal Di Belakang Kemudi

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) -Seorang sopir truk pengangkut batu split meninggal dunia di dalam mobilnya dengan posisi duduk di belakang kemudi, Senin sore pukul 17.30 wib, di jalan Gubernur Suaka kota Tasikmalaya.

Diketahui, korban bernama Supian warga kabupaten Garut. Menurut saksi warga sekitar,  truk tersebut sudah terpalkir dari sejak minggu malam. Karena curiga warga memeriksanya, ternyata didapati sopir nya sudah meninggal tertunduk di belakang kemudi.

Akhirnya warga melaporkannya ke polsek terdekat dan petugas langsung melakukan olah TKP hingga hasil sementara diketahui morban meninggal karena sakit, karena tidak nampak tanda bekas kekerasan.

Setelah olah TKP,  Petugas dari unit identifikasi Satreskrim Polresta Tasikmalaya  membawa jenazah itu ke RSUD dr Soekardjo untuk dakukan visum dan pemeriksaan medis agar di ketahui penyebab pasti kematiannya.

"Saya mendapat laporan dari warga terkait hal ini. Namun untuk sementara korban meninggal diduga sakit, karena tidak terlihat bekas tanda tanda kekerasan. Kini jenazah dibawa ke RSUD untuk diperiksa, agar diketahui dengan pasti penyebab kematiannya,"  kata Kapolsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Iptu Endang Wijaya saat ditemui di lokas( H.Adam ).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama