Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima TNI: PPKM Merupakan Strategi Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

SIDOARJO (wartamerdeka.info) - Langkah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sekarang beralih ke PPKM Darurat, ini sangat tepat dan merupakan strategi yang tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat meninjau Pos Penyekatan PPKM Darurat bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. di Desa Sawo Tratap, Kec. Gedangan, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM Darurat saat ini kuncinya adalah kalau PPKM Mikro berhasil maka PPKM Darurat akan berhasil. “Salah satu contoh PPKM Darurat termasuk mikro tujuannya adalah untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Kalau mobilitas masyarakat bisa ditekan sampai dengan 50% maka kontak eratnya juga akan berkurang,” ujarnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa permasalahan pertama di Hulu yang di tracing hanya bisa diperoleh 1 banding 1,06 jadi setiap 1 orang itu baru di tracing 1 orang separuh tidak sampai 2 orang, sehingga petugas PPKM benar-benar harus berkoordinasi dengan baik. 

“Aturan WHO 1 banding 30 sehingga kita bisa memisahkan mana yang sehat, mana yang OTG dan mana terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI melaksanakan teleconference dengan Bapak Dodi Adi Nugroho warga Gang Buntu No.7 RT. 3 RW 8 Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan yang sedang melaksanakan isolasi mandiri.

Panglima TNI memberi semangat dan support kepada masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. “Salah satu cara ampuh untuk meningkatkan imun selalu berpikir positif dan tetap semangat,” pesannya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama