Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima: TNI Siap Tambah Nakes Bantu Percepatan Vaksinasi Di DKI Jakarta

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Prabowo, M.Si., meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi warga masyarakat, bertempat  di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (5/7/2021).

Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyempatkan diri berdialog dengan para Tenaga Kesehatan (Nakes) TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI yang sedang bertugas di Mal Kota Kasablanka (Kokas).

Ibu Lusiana selaku Direktur Mal Kokas menyampaikan bahwa saat ini Nakes ditempat ini mampu memvaksin sekitar 1.400 orang per hari. “Kami kurang Nakes bapak, sekiranya bapak bisa mengupayakan penambahan Nakes, kami akan mampu memvaksin 3.000 masyarakat per hari,” ujarnya.

Panglima TNI langsung merespon apa yang disampaikan Ibu Lusiana. “Kita akan dukung dan tambahan Nakes dari TNI untuk ditempat ini, supaya apa yang diharapkan pemerintah dan kita semua masyarakat Indonesia segera terwujud,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Ngabila Salama, MKM. dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai Koordinator Pelaksanaan Vaksin di Mal Kokas mengatakan, saat ini tenaga kesehatan mampu memvaksin 1.400 masyarakat setiap hari. “Yang divaksin terdiri dari karyawan yang bekerja di Kokas dan masyarakat di sekitaran Kokas serta 600 masyarakat Jakarta yang menggunakan aplikasi Jaki (Jakarta Kini),” ungkapnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama