Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Harmonisasi Keberagaman, Tri Adhianto Hadiri Acara Syukuran Babaritan Budaya Kampung Kranggan

KOTA BEKASI (wartamerdeka.info) - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan  istri menghadiri acara syukuran (babaritan) budaya khas Kampung Kranggan, di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Selasa (02/11/2021).

Meski berada di daerah Kecamatan Jatiasih, warga masyarakat sekitar turut serta melestarikan budaya khas Kampung Kranggan, Jatisampurna.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Bekasi itu merupakan bentuk harmonisasi keberagaman   sekaligus untuk meninjau progres pembangunan destinasi wisata yang diinisiasi oleh Kang Abel.

Kang Abel adalah salah satu aktivis pecinta alam yg menginisiasi Jembatan Jalatunda sebagai destinasi wisata di Keramat Asem, Kelurahan Jatisari.  Abel mengungkapkan,  akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait upaya pembuatan destinasi wisata arung jeram Kali Cikeas. Abel berharap keasrian alam dan nilai budaya daerah tersebut dapat terjaga. 

"Harapan kami daerah ini bisa jadi objek wisata, wisata arung jeram,  dan wisata budaya sehingga masyarakat jadi punya peluang usaha, yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat juga," pungkas Kang Abel.

Tri Adhianto menambahkan, cagar budaya dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan dukungan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan insfrastruktur di Kota Bekasi.

"Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pemerintah Kota Bekasi berupaya menjaga kebersihan kali dan akhirnya kali tersebut berpotensi untuk jadi objek wisata, ditambah lagi ada warisan budaya dari leluhur yang tentunya bisa menjadi edukasi sejarah bagi para generasi selanjutnya," tutup Tri. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama