Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tinjau Karang Singa dan Karang Selatan, Mendagri: Harus Dijaga, Keduanya Simbol Kedaulatan Negara

BATAM (wartamerdeka.indo) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melaksanakan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis (13/01/2022). Salah satu agenda dalam lawatannya, Mendagri meninjau Karang Singa dan Karang Selatan, di Kabupaten Bintan, yang dinilai penting sebagai batas teritorial, dan merupakan lambang kedaulatan negara. 

Hal itu disampaikannya pada Launching Vaksin Booster Covid-19 se-Provinsi Kepri di Maha Vihara Duta Maitreya, Kota Batam, Kepri. 

"Kami ke Kepri tujuan nomor satu adalah untuk melihat dua karang penting yaitu Karang Singa dan Karang Salatan. Mengapa? Karena letaknya di Selat Malaka dan masuk wilayah teritorial kita," kata Mendagri. 

Sebagai salah satu selat yang penting dan menjadi jalur perlintasan berbagai negara, Mendagri menilai kedua Karang tersebut sebagai salah satu "Choke point" yang sangat penting, sehingga harus dijaga dan diberi tanda bahwa itu merupakan wilayah NKRI. 

"Ini saya melihat belum ada tanda-tanda yang permanen sebagai milik kita, yang ada hanya buoy saja, pelampung," ujarnya. 

Oleh karena itu, Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tersebut mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan para pihak terkait, untuk membangun mercusuar sebagai salah satu tanda kedaulatan negara. 

"Mercusuarnya dibuat tahun ini, kita ingin tanda itu menunjukkan bahwa memang berdaulat teritorial kita," tegasnya. 

Mendagri menilai menjaga kedaulatan negara merupakan tugas yang penting karena menyangkut wilayah teritorial yang berimplikasi pada banyak hal. Ia pun mengatakan, menjaga kedaulatan di batas terluar perlu dilakukan agar peristiwa semacam Sipadan-Ligitan tak kembali terulang. (R) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama