Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kadis Pertanian dan Ketapang Barru Luncurkan Inovasi Petani Puber

BARRU (wartamerdeka.info) - Petani Puber Jadi Inovasi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru, Ir. Ahmad MM, dalam rangka implementasi Proyek Perubahan di Daerah.

Puber merupakan singkatan dari Pupuk Berimbang dan dilaunching oleh Sekretaris Daerah DR. Ir. Abustan AB, M.Si bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional di Aula DPMD Barru, Pagi tadi, Jumat (17/6/2022).

"Proyek perubahan ini akan menjadi inovasi baru yang dapat menolong dan membantu petani menekan dan mengurangi biaya Saprodi yang di keluarkan petani sekaligus membantu pemerintah dalam alokasi pupuk khususnya pupuk subsidi," sebut mantan Sekretaris BKPSDM Barru ini.

Dirinya menyebut bahwa Pemda selalu mendorong peningkatan produktivitas dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional, sementara kebijakan pembatasan pupuk dan alokasi pupuk khususnya pupuk subsidi di kurangi bahkan harganya meningkat sdg program Luas Tambah Tanam (LTT) berkembang walaupun diera Pandemi. 

"Tujuan utama Puber adalah sebagai pedoman bagi petani memupuk tanaman di sawah yang nantinya dapat membuka android di aplikasi E-Puber mengenai kandungan unsur hara tanah terutama unsur makro seperti Nitrogen, fospor, kalium dan kandungan PH tanah," urainya.

Disebutkan hal ini dapat mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi akibat casity land meningkat.

"Kami akan mendorong penyuluh melalui BPP agar pemanfaatan PUTS ( perangkat uji tanah sawah) dioptimalkan penggunaannya. Saat ini seluruh desa/ lurah sudah dilakukan pengambilan sampel uji tanah sawah dan kami sedang membuat aplikasi bernama E-Puber, Semoga kesejahtraan petani dapat di wujudkan," pungkasnya.

(Humas/Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama