Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Monev Keterbukaan Informasi Publik 2022: Kemendagri Targetkan Raih Kualifikasi Informatif

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Setelah sukses meraih penilaian tertinggi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik pada 2021, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menargetkan untuk meraih kualifikasi informatif pada tahun 2022. 

Target tersebut disampaikan Koordinator Substansi Fasilitasi Pengaduan dan Pengelolaan Informasi (FPPI) Pusat Penerangan (Puspen) Kemendagri Rega Tadeak Hakim, di sela Workshop Pemenuhan Kuesioner Monev Keterbukaan Informasi Publik Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kemendagri Tahun 2022. 

"Kami mendorong komitmen pimpinan unit kerja eselon I dalam penyediaan dan pengumuman informasi publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi PPID," ujarnya di Hotel Luminor, Jakarta, Kamis (18/8/2022). 

Sebelumnya, Kemendagri mampu meraih peringkat kelima terbaik kategori badan publik informatif tingkat kementerian pada 2021. 

Capaian tersebut menunjukkan perbaikan, setelah pada 2020 Kemendagri hanya bertengger di peringkat ke-13 pada kategori yang sama. 

Rega menekankan, pihaknya akan terus mengupayakan agar Kemendagri mampu mempertahankan peringkat kelima terbaik tingkat kementerian sebagai badan publik informatif. 

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Rospita Vici Paulyn yang hadir sebagai narasumber dalam workshop tersebut mengingatkan agar Kemendagri memang mampu mempertahankan peringkat lima besar tersebut. 

"Seperti yang sering kita dengar, mempertahankan posisi lima besar badan publik informatif jauh lebih sulit ketimbang meraihnya," terang Rospita. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama