TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala PPSDM Yogyakarta Minta CPNS Terapkan Nilai Dasar ASN BerAKHLAK

YOGYAKARTA (wartamerdeka.info) – Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Yogyakarta Agus Irawan meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar mererapkan core values Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK. Pesan tersebut disampaikan Agus saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi Umum Gelombang ke-V, Golongan II Angkatan IV hingga XI di Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Adapun BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain BerAKHLAK, lanjut Agus, para CPNS juga perlu menerapkan employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”. 

“Melalui penyelenggaraan Latsar CPNS, para peserta dapat mengembangkan karakter kepribadian ASN yang berintegritas, memiliki semangat nasionalisme dan kebangsaan, serta memperkuat profesionalisme dan kompetensi bidang,” terangnya.

Dia menjelaskan, core values BerAKHLAK dan employer branding “Bangga Melayani Bangsa” dibutuhkan sebagai fondasi budaya kerja ASN dalam melaksanakan tugas di instansinya masing-masing. Dengan demikian, para ASN dapat memberikan pelayanan publik secara lebih berkualitas.

“Saya berharap, sebagai aparatur birokrasi (para peserta) harus dapat (menjadikan branding) Bangga Melayani Bangsa sebagai fondasi budaya kerja dalam pelaksanaan tugas di instansi masing-masing, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Agus.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menekankan agar seluruh peserta Latsar dapat memiliki mindset, pola sikap, dan pola tindak untuk melayani. Tak hanya itu, para peserta diminta tidak terjebak pada pola kerja rutinitas. Namun, mereka harus adaptif dan inovatif terhadap berbagai perubahan yang begitu pesat. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama