Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolsek Kompol Rosana Albertina: Kasus Penembakan Di Tambora Bukan Perampokan

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Rosana Albertina Labobar menegaskan kasus penembakan yang dilakukan Driver Ojol kepada warga di Tambora, bukan gunakan senjata api, namun hanya menggunakan Airsoftgun.

Ditegaskan juga oleh Ocha, kasus tersebut sama sekali tidak ada indikasi perampokan. 

“jadi saya jelaskan bahwa pada tanggal 1 Oktober, Sabtu kemaren jam 06. 00 WIB itu yang terjadi bukan perampokan,” ujar Kompol Rosana Albertina Labobar di Mapolsek Tambora Jakarta Barat, Senin (3/10/2022).

“Ini bukan perampokan karena sesuai hasil laporan dan kami melakukan penyelidikan baik olah TKP membuka CCTV kemudian memeriksa saksi-saksi belum terjadi bahkan tidak terjadi perampokan tersebut,” tambahnya. 

Ocha jelaskan berdasarkan keterangan saksi sekitar lokasi, kasus penembakan tersebut berawal dari pelaku yang cekcok dengan petugas keamanan sekitar lokasi.

“Dua orang yang tidak dikenal datang ke rumah salah satu warga yang di mana rumah itu juga adalah tempat menjual makanan. Dan salah satu hansip yang juga warga di situ melintas dan menanyakan kepada dua orang tersebut. Lalu pelaku melakukan penembakan menggunakan airsoft gun itu,” ujarnya.

Ocha mengatakan, berdasarkan keterangan warga juga pelaku melepaskan tembakan sebanyak 4 kali dengan peluruh gotri bukan berbahan tembaga.

Korban warga sekitar yang terkena tembakan juga mengalami luka memar.

“Empat (tembakan) dan empatnya kena tangan,paha, kelingking”,"  ujarnya. 

Dalam kasus ini polisi juga berhasil menhamankan barang bukti sebanyak 4 pelor gotri bekas tembakan pelaku di lokasi kejadian.

Polisi pun hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

“Belum,jadi sampai sekarang kami tetap melakukan penyelidikan. Kami melakukan pengejaran untuk dua orang tersebut” ujarnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama