Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Curhat Warga Soal Jalan Di Lamongan


Catatan: W. Masykar

Berita dengan judul, " Pemkab Lamongan Komit Masifkan Pembangunan Infrastruktur Fisik", seperti yang di tayangkan di media ini, (10/2) ternyata memunculkan feedback yang tidak kalah menarik. Kegiatan Bupati melakukan peresmian sejumlah ruas jalan dan jalan sudah alus mulus, tampaknya mendapat hujan umpan balik yang luar biasa. 


"Tolong anda, jangan menulis yang baik baik saja, benar kalau pemkab membangun jalan biar bagus mulus, tapi anda harus tahu, masih seabrek jalan rusak di Lamongan ini," kata salah seorang warga yang ternyata berdomisili di Lamongan bagian selatan. 


Tidak cukup disini, warga dari wilayah kota juga memberi komentar yang kurang lebih sama. "Tolong Mas, jalan jalan di wilayah kota Lamongan masih banyak yang rusak dan belum diperbaiki, kalau terjadi hujan, apalagi kalau banjir air menggenang, karena selokan atau parit di sebelah jalan tidak ada, kalaupun ada butuh perbaikan," suara itu terdengar jelas karena yang bersangkutan melakukan call langsung dengan media ini. 


Andai ditulis satu persatu komentar dan curhatan warga soal kondisi jalan masih banyak yang rusak, pasti membutuhkan berseri seri tulisan. 


Memang harus diakui upaya pemkab menata dan memperbaiki ruas jalan di Lamongan terus dilakukan secara bertahap. Apalagi, dengan program Jamula yang merupakan salah satu program prioritas yang harus digeber. Namun, harus diakui pula bahwa kondisi jalan yang masih mengenaskan jauh lebih banyak dibanding jalan yang sudah dibangun. 


Meski tidak sedikit warga yang merasa berterima kasih kepada Bupati Lamongan, termasuk di antaranya,  Kades desa Menongo Kecamatan Sukodadi, Mulyono.


"Alhamdulillah sekarang jalannya sudah mulus dan alus. Ibu-ibu bisa lancar menuju ke pasar. Dulu kondisinya sangat rusak, Alhamdulillah sekarang mulus, lokasinya yang cukup strategis dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur alternatif saat jalan utama (Lamongan-Babat) mengalami kemacetan Pak Bupati," ucap Mulyono di hadapan Bupati Yuhronur beberapa waktu lalu. 


Itu adalah salah satu dari banyak warga yang memang mengakui jalan Lamongan sudah alus mulus. 


Akan tetapi, jika menengok fakta lapangan, kondisi jalan rusak jauh lebih massif dan banyak yang "sambat" (mengeluh, red). 


Bahwa masih banyak infrastruktur jalan di kabupaten Lamongan, baik jalan kabupaten, jalan   poros desa dan jalan lingkungan yang rusak parah, haruslah diakui sebagai bagian dari suara warga dan fakta di lapangan sehingga tidak terkesan kalau saat jalan selesai dibangun di blow up, sedangkan jika tidak atau kondisi jalan rusak parah, seperti antara lain, di jalur pertigaan desa Dadapan ke selatan arah Laren, kurang baik, didiamkan. 


Kepala Dinas PU Bina Marga saat mendengar informasi banyaknya keluhan ini, sebut jika pembangunan infrastruktur jalan di Lamongan akan terus dilakukan secara bertahap. 


"Ya, kita tetap komit soal pembangunan jalan, namun itu akan dilakukan secara bertahap sesuai schedule," kata Sujarwo. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama