Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sedikitnya 20.665 Orang Tewas Akihat Gempa Di Turki


ANKARA (wartamerdeka.info) - Sedikitnya 20.665 orang tewas dan 80.088 lainnya luka-luka akibat dua gempa kuat yang mengguncang Turki selatan, kata badan bencana negara itu pada Sabtu (11/2/2023).

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter dan 7,6 skala Richter berpusat di Provinsi Kahramanmaras pada Senin (6/2) berdampak terhadap 13 juta orang di 10 provinsi, termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa.

Beberapa negara di kawasan itu, termasuk Suriah dan Lebanon, juga merasakan getaran kuat yang melanda Turki dalam waktu kurang dari 10 jam.

Lebih dari 166.000 personel pencarian dan penyelamatan saat ini bekerja di lapangan, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kondisi Darurat (AFAD).

Hampir 92.700 orang telah dievakuasi dari daerah yang dilanda gempa sejauh ini, kata AFAD.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (9/2) bahwa gempa bumi tersebut adalah salah satu bencana terbesar dalam sejarah Turki.

Untuk memeriksa upaya pencarian, penyelamatan, dan bantuan yang sedang berlangsung, Erdogan sejauh ini telah mengunjungi Kahramanmaras, Hatay, Adana, Gaziantep, Osmaniye, Kilis, Adiyaman, dan Malatya--di mana dia bertemu dengan para korban gempa.

Parlemen Turki pada Kamis (9/2) menyetujui pemberlakuan keadaan darurat selama tiga bulan untuk mempercepat upaya bantuan.

Turki juga mengumumkan tujuh hari berkabung nasional setelah bencana tersebut.

Belasungkawa mengalir dari seluruh dunia yang mengungkapkan solidaritas untuk Turki, dengan banyak negara mengirimkan tim penyelamat dan bantuan. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama