Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mobil Box Batu Bara Ilegal Ditangkap Petugas Polres Muara Enim


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Polres Muara Enim Polda Sumsel menindak angkutan batu bara ilegal di Jalan Lintas Sumatera Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.


“Polisi sudah mengamankan dua orang pelaku berinisial RD (23) dan R (21), ” ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi, SH, SIK, MH dalam keterangan resminya, Kamis (06/4/2023).


Dijelaskan AKBP Andi Supriadi, SH, SIK, MH, tim Polres Muara Enim melakukan penindakan terhadap angkutan batu bara ilegal, di TKP dihentikan 1(satu) unit mobil box truk Merk HINO warna hijau Nopol : BA 8189 HU yang sedang melintas.


"Setelah dilakukan penyetopan dan pengecekan, ditemukan di dalam box tersebut berupa batu bara yang diduga dari tambang batu bara ilegal stockfile di Desa penyandingan  dengan tujuan  Kota Bandung, selanjutnya Pelaku dan Barang Bukti diamankan ke Polres Muara Enim untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,"t tutur Andi Supriadi.


Saat ini, para pelaku berikut sejumlah barang bukti satu Unit Mobil tronton Merk Hino jenis truck Box Warna Hijau Nopol : BA 8189 HU dan Kurang lebih 32 ( Tiga puluh dua) Ton Batu Bara sudah di amankan di Mapolres Muara Enim.


Para Pelaku dijerat dengan pasal Pasal 161 UU no 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas UU no 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.


Menurut Kapolres Muara Enim, pihaknya tidak pernah menutup mata terhadap peti. Gakkum akan tetap  dilaksanakan.


"Namun tentu saja ini bukan tanggung jawab sendiri Polri, harus  bersinergi dengan stakeholder yang lain untuk mengatasi permasalahan tambang ilegal. Karena kegiatan ini juga merusak lingkungan, timbulkan kemacetan angkutannya, juga menjadi isu sosial yang harus diselesaikan secara bersama, juga ada warga lokal yang menggantungkan mata pencaharian di peti yang harus dicarikan solusinya," ungkapnya. (Agus v).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama