TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Konsep DPC, Mengembangkan Desa Berbasis Teknologi

JOGJAKARTA (wartamerdeka.info) - Smart  Fisheries Village (Desa Perikanan Cerdas) merupakan konsep pengembangan desa perikanan dan satuan kerja yang berbasis pada penerapan bibit unggul, teknologi informasi, dan manajemen tepat guna. 




    Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Dr. Ir. Abustan M.Si., usai penanda tanganan kerjasama Memorandum of Undarstanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Barru dengan Badan Riset, Penyuluhan dan pengembangan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jogjakarta, Rabu 12/7/2023. 

    "Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan desa akan lebih maju, modern, dan berkelanjutan, untuk menjadi desa yang mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Abustan. 




    Abuswtan melanjutkan, walaupun konsep Desa Perikanan Cerdas Core Businessnya di sektor perikanan, tetapi kedepannya akan terjadi program dan kegiatan yang terintegrasi di dalamnya. Bisa jadi sektor lain seperti perikanan, pariwisata, pekerjaan umum dan lainnya juga berkontribusi.

    Seperti diketahui, Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) merupakan salah satu kegiatan unggulan di BRSDM KP dalam rangka mendukung program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk ekonomi biru. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama