Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Cegah Stunting dari Hulu, Hasnah Syam Edukasi 300 Remaja


Barru (wartamerdeka, info) -Sedikitnya 300 remaja pelajar SMA yang tergabung dalam Forum Genre mengikuti sosialisasi pencegahan stunting di Aula Pusat Kegiatan Guru (PKG) Mallawa Kecamatan Mallusetasi, Senin (14/8/2023).

Sosialisasi yang bertujuan memberi edukasi dan pemahaman tentang pencegahan stunting dan pernikahan dini digelar Anggota DPR. RI drg Hj. Hasnah Syam MARS bersama mitrakerjanya BKKBN. 

Hasnah Syam mengatakan, edukasi pencegahan stunting sangat penting dilakukan sejak hulu melalui peningkatan gizi pada remaja dan pemeriksaan kesehatan sejak 3 bulan sebelum menikah. 

Dikatakan, Remaja kelak akan menjadi orang tua diharapkan menghasilkan generasi baru yang tidak stunting.  Oleh karena edukasi terkait stunting perlu diketahui oleh para remaja termasuk bagi para calon pengantin diharapkan agar memeriksakan kesehatannya tiga bulan sebelum menikah dilanjutkan dengan pendampingan oleh tim pendamping keluarga. 


"Ideal usia menikah minimal 21 bagi perempuan dan 25 bagi laki laki, dari segi mental dan fisik sudah siap berumah tangga, alat reproduksi juga sudah siap membuahi sehingga ini mengurangi resiko melahirkan anak stunting," terang Mantan Kadis Kesehatan Barru itu. 

Dalam rilis Tim Media disebutkan,  Hj. Hasnah Syam mengapresiasi BKKBN yang telah memiliki program GenRe dan PIK Remaja yang ada di setiap sekolah untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan edukasi pada remaja,  

Turut hadir  Dr Indah Nurul Wulan dari BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sulsel,  Sholiqin, SH. MH. Kadis PMD PPKB PPPA, Jamaluddin S. Sos. MH. Camat Mallusetasi Drs. H. Nompo Nasruang MM. Kepala PKM Mallawa dan Bojo. Para Kepala Desa/Lurah se Kec Mallusetasi. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama