Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Di Cilacap 194.418 Anak Jadi Sasaran Sub PIN Polio


Cilacap, wartamerdeka.info, – Sebanyak 194.418 anak usia 0 – 7 tahun di Kabupaten Cilacap menjadi sasaran Sub-PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus polio yang kembali ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

Pencanangan Sub-PIN Polio dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sujito, di Posyandu Sejahtera 5 Dusun Ciawitali Desa Panulisan Timur Kecamatan Dayeuhluhur, Senin (15/1/2024).

Acara tersebut juga dihadiri para Asisten Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi, para Kepala OPD, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Pramesti menjelaskan Sub-PIN Polio di Kabupaten Cilacap akan digelar secara serentak dalam dua putaran. Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024 dan putaran kedua pada 19 Februari 2024. Imunisasi dapat dilakukan di sejumlah tempat seperti puskesmas, posyandu, maupun di sekolah-sekolah.

"Sub-PIN Polio ini dilakukan untuk memberikan imunisasi polio kepada seluruh sasaran usia 0 – 7 tahun 11 bulan 29 hari tanpa memandang status imunisasi sebelumnya," ujar Pramesti.

Menurut Pramesti, Kabupaten Cilacap sebenarnya telah dinyatakan bebas polio sejak tahun 2016. Namun, pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023, kasus polio ditemukan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Jawa Barat.

Kemudian, pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024, kasus polio ditemukan kembali di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga komite imunisasi nasional (KIN) memberi rekomendasi agar dilaksanakan imunisasi Sub PIN Polio.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sujito berharap langkah ini dapat memutus penyebaran penyakit polio di Indonesia khususnya di Kabupaten Cilacap.

Dia juga menghimbau kepada seluruh kepala OPD dan Camat pada jajarannya untuk  menyukseskan pelaksanaan Sub-PIN Polio di wilayah binaannya masing-masing.

"Saya mengajak seluruh masyarakat yang memiliki anak dengan usia sasaran untuk ikut dalam program Sub-PIN Polio ini. Mari kita lindungi anak-anak kita dari polio dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi lainnya.Ayo bawa anak-anak kita ke puskesmas, posyandu, maupun pos pelayanan imunisasi lainnya untuk mendapatkan imunisasi," pungkas Sujito.(gus/Kominfo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama