Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mengawal Pilkada Lamongan (4) Partai Gerindra Usung Yuhronur-Dirham, Abdul Ghofur?

 


Oleh : W. Masykar
Dengan di terimanya Surat Rekomendasi dari Partai Gerindra untuk Calon Bupati (incumbent)  Yuhronur Efendi yang berpasangan dengan Dirham Akbar Aksara, diperkirakan pilkada serentak Lamongan hanya ada dua paslon (pasangan calon) yang bakal meramaikan bursa kontestasi pilihan kepada daerah.
Pasangan incumbent vs pasangan (penantang) yang juga ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur pelaksanaan pilkada Lamongan dipastikan sangat menarik.


Abdul Ghofur yang masih mencari pasangan yang tepat akan menjadi penantang tangguh untuk berebut ticket menjadi orang nomor satu di Lamongan. Pasca diterimanya Surat Rekomendasi dari DPP PAN (Surat Rekomendasi tapi belum bisa untuk bekal mendaftar ke KPU) untuk Abdul Ghofur, belakangan santer berhembus bahkan beredar gambar kader PAN yang juga anggota DPR RI, Prof. Zainuddin Maliki akan mendampingi ketua PKB kota Soto itu.

Meski tidak dipungkiri, sejumlah nama lain juga memiliki kans yang sama bisa digandeng sang penantang. Sebut saja, Debi Kurniawan, atau bisa saja Khusnul Yaqin. Meski banyak bakal calon yang bisa mendampingi Abdul Ghofur, sosok Prof. Zainuddin Maliki menjadi yang paling tepat sebagai pendamping Abdul Ghofur. Perpaduan kader muda PKB dengan tokoh senior yang memiliki pengalaman cukup di banyak bidang, Prof. Zainuddin Maliki menjadi sangat diperhitungkan. 


Sekalipun, saat saya konfirmasi lebih dari sekali, mantan rektor Universitas Muhamadiyah Surabaya itu, tidak pernah memberi jawaban siap, kendati juga tidak pernah menolak.
Apalagi, jika di mapping sejauh mana peta kekuatan jika kedua balon itu berhadapan, head to head - sebut saja Yuhronur Efendi-Dirham Akbar Aksara vs Abdul Ghofur-Prof. Zainuddin Maliki tidak bisa diklaim salah satu pasangan menjadi yang paling kuat. Sebab, kedua paslon tersebut memiliki basis kekuatan yang hampir sama. (Bersambung)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama