Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Fordami Upaya Kembalikan Marwah Koperasi

 
Kegiatan Bukber Forum Diskusi Anggota Minatani Fordami ternyata mendapat sambutan luar biasa dari anggota KUD Minatani. Mereka memiliki pemikiran sama, yakni berharap marwah KUD Minatani sebagai Koperasi kembali menemukan ruhnya sebagai soko guru perekonomian yang bisa mensejahterakan anggotanya.

Puluhan ribu anggota yang tersebar seharusnya mampu menjadi aset dan modal besar untuk menjadikan lembaga Minatani berkembang pesat dan maju, namun justru sebaliknya.
Jumlah anggota yang besar tidak dirawat dengan baik, bahkan cenderung dilupakan. Kehadiran Fordami sebagai wadah komunikasi sesama anggota tampaknya semakin mendapat tempat dan harapan baru bagi anggota KUD Minatani.

Kecurigaan dan bahkan pendapat minor mengenai Fordami oleh sekelompok orang (yang notabene anggota koperasi sendiri) sesungguhnya patut disayangkan. Sudarlin salah seorang yang merasa menjadi anggota KUD Minatani bahkan sangat mendukung kehadiran Fordami.
"Justru Fordami ini, kalau saya mengikuti beberapa tulisannya/berita bahkan ketemu langsung dengan ketuanya, adalah bertujuan baik. Dan seharusnya ya, seperti itu, bagaimana koperasi kembali ke marwahnya, sebagai soko guru perekonomian Indonesia," Ungkap dia, seraya minta maaf karena saat kegiatan bukber tidak bisa hadir.

Menurut Sudarlin keberadaan Fordami diharapkan bisa membuka sekat sekat komunikasi antar anggota dan anggota dengan pengawas yang selama ini, terkesan ada jarak.
"Anggota yang jumlahnya besar seharusnya bisa menjadi aset, kalau bisa diberdayakan," tambah dia.Hampir semua anggota yang telah memahami kemunculan Fordami merasa sangat senang sehingga tidak sedikit yang berharap Fordami jangan sampai tidak ada. Setidaknya, wadah memperjuangkan hak hak anggota koperasi.

Termasuk banyak yang mengusulkan agar Fordami bisa terus mengedukasi anggota mengenai koperasi. Dari beberapa perbincangan dalam waktu dekat Fordami akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan atau semacam seminar mengenai koperasi.
"Ya, kita persiapkan inshaallah dalam rangka Hari Koperasi 2025, Fordami akan menyelenggarakan kegiatan itu," Kata W. Masykar, Ketua Fordami.(Nas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama