![]() |
Menteri Keuangan Brasil, Dario Durigan, berbicara di samping Direktur Jenderal Kepolisian Federal Brasil, Andrei Rodrigues, di Brasilia, Brasil, pada 10 April [AFP] |
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pemerintah Brasil telah mengumumkan kemitraan keamanan baru dengan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi jaringan kriminal, serta perdagangan narkoba dan senjata ilegal. Pemerintah Presiden Lula mengatakan telah menyita 1.168 senjata ilegal yang diimpor dari AS dalam 12 bulan terakhir saja.
Dalam unggahan media sosial pada hari Jumat, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut kesepakatan itu sebagai terobosan.
Beberapa "tindakan konkret" tersebut, katanya, akan mencakup "berbagi data secara real-time, pelacakan kargo yang ketat, dan operasi gabungan untuk mencegat pengiriman ilegal".
Secara terpisah, sebuah pernyataan dari Dinas Pendapatan Brasil mengatakan kesepakatan itu akan menghasilkan "arus informasi berkelanjutan dari otoritas AS ke rekan-rekan mereka di Brasil".
Operasi tersebut, menurut pemerintah Lula, akan disebut program DESARMA.
Menteri Keuangan Brasil, Dario Durigan, memuji kerja sama dengan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) sebagai "langkah penting dalam memperkuat kerja sama internasional" melawan kejahatan.
"Inisiatif ini akan mengintegrasikan intelijen dan operasi gabungan untuk mencegat perdagangan senjata dan narkotika, sehingga memperkuat keamanan dan tindakan terkoordinasi antara kedua negara," katanya di media sosial.
Kesepakatan hari Jumat ini adalah kerja sama terbaru yang ditandatangani antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintah di Amerika Latin. (sumber: Aljazeera)
