Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Pemkab Barru Matangkan Persiapan Pemberangkatan CJH 2026


BARRU (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Barru mematangkan seluruh persiapan pelepasan dan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tahun 2026 melalui rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Plh. Sekda yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Barru, di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Kamis (30/04/2026).

Rapat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Agama. Kementerian Haji/Bimbingan Haji, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Polres Barru, serta jajaran Bagian Kesra, sebagai bentuk penguatan koordinasi guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib.

Dalam arahannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Jamaluddin, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa jamaah haji Kabupaten Barru tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 26 terdiri dari 5 orang calon jamaah haji yang bergabung dengan beberapa kabupaten lain dan dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 6 Mei 2026 pukul 19.00 WITA. Mereka akan diberangkatkan lebih awal dengan skema sederhana menggunakan satu unit kendaraan.

Sementara itu, pemberangkatan utama tergabung dalam Kloter 37 sebanyak 159 orang calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada 17 Mei 2026. Prosesi pelepasan akan dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Barru dengan persiapan menyeluruh, mulai dari pengaturan waktu, kesiapan lokasi, hingga kelancaran mobilisasi menuju Asrama Haji.

Asisten menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak, khususnya dalam aspek pengamanan, layanan kesehatan, dan transportasi. Ia juga mengingatkan agar pengalaman tahun sebelumnya dijadikan bahan evaluasi, terutama terkait penataan parkir, pengamanan barang jamaah, serta ketertiban selama proses pelepasan.


Selain itu, disampaikan bahwa tahun ini tidak ada lagi prosesi seremonial penerimaan di Asrama Haji. Calon jamaah haji akan langsung diarahkan ke aula untuk menjalani rangkaian pemeriksaan, baik kesehatan maupun pembagian kartu nusuk, mengingat padatnya tahapan yang harus dilalui sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Seluruh proses kini terpusat di embarkasi Makassar (Asrama Haji). Karena itu, kita harus memastikan jamaah benar-benar siap, baik secara fisik maupun administrasi sebelum diberangkatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Barru, Muhammad Ridwan, menambahkan bahwa pembagian kloter ini juga dipengaruhi oleh adanya kuota cadangan.

“Kloter 26 ada 5 orang dan Kloter 37 sebanyak 159 orang. Lima jamaah yang tergabung di kloter 26 berangkat lebih awal karena masuk dalam kuota cadangan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Barru yang melaksanakan pelepasan sebelum hari pemberangkatan. Menurutnya, hal ini akan mempermudah proses keberangkatan karena tidak lagi dibebani dengan kegiatan seremonial.

“Langkah ini tepat, karena saat pemberangkatan jamaah tidak lagi tersita waktu untuk seremoni. Apalagi tahun ini seluruh dokumen penting sudah diproses di embarkasi Makassar, tidak lagi di Arab Saudi, sehingga memudahkan jamaah termasuk dalam pembagian kartu nusuk,” urainya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan terkait hal teknis pengangkutan barang bawaan jamaah. Koper jamaah harus sudah diterima di Asrama Haji minimal tiga jam sebelum kedatangan calon jamaah haji.

“Hal-hal teknis seperti ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat proses pemberangkatan,” tegasnya.

Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian pelepasan dan pemberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Barru tahun 2026 berjalan lancar, aman, dan terkoordinasi dengan baik.

Di akhir kegiatan, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat sinergi dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, dengan harapan seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama