Cinque Terre

Sebelas tentara dan polisi Israel tewas bunuh diri di bulan April Lihat beritanya.....

// Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. //

Wabup Barru Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya di Pesta Panen Adat Paenge

BARRU (wartamerdeka.info) - Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Pesta Panen Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo yang digelar di Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Senin (27/4/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Berkah, Melestarikan Budaya” ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Barru, anggota DPRD Barru Herman Jaya, unsur Forkopimda, perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, serta para pimpinan OPD. 

Selain masyarakat lokal, kegiatan ini juga diikuti warga dari berbagai daerah seperti Parepare, Soppeng, Luwu, dan Pangkep, menandakan semakin luasnya daya tarik tradisi tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Bupati Barru yang berhalangan hadir. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekuatan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Dusun Birue yang terus menjaga tradisi ini. Pesta Panen Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo bukan sekadar seremoni, tetapi telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, dan ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Abustan.

Ia menambahkan, pengakuan tersebut merupakan hasil dari konsistensi masyarakat dalam menjaga nilai, sejarah, dan filosofi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Lebih lanjut, Abustan mengungkapkan bahwa Dusun Birue memiliki nilai historis sebagai wilayah yang dulunya tandus hingga ditemukan sumber air yang menjadi awal kehidupan masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pepohonan sebagai sumber kehidupan.

“Kalau pohon hilang, maka air juga bisa hilang. Mari kita jaga lingkungan ini, bahkan ditambah dengan tanaman produktif yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Wakil Bupati juga mendorong agar Pesta Adat Paenge terus dikembangkan dan masuk dalam kalender resmi pariwisata daerah agar publikasinya semakin luas dan mampu menarik wisatawan.

“Ini kegiatan tahunan yang luar biasa. Jika terkelola dengan baik, bukan hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan nasional dapat turut hadir,” tambahnya.

Suasana semakin hangat ketika Wakil Bupati menyinggung prosesi khas “dibasahi” sebagai simbol keberkahan. Ia bahkan menyebut Bupati Barru pada prinsipnya siap mengikuti tradisi tersebut, yang disambut tawa masyarakat.


Dalam rangkaian acara, Wakil Bupati Barru bersama tamu undangan juga tak luput dari prosesi saling menyiram air. Dengan penuh keakraban, ia tampak pasrah saat diguyur hingga basah kuyup. Momen yang mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam bingkai tradisi.

Menutup sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya seperti kebersamaan, tradisi makan bersama, penggunaan busana adat, serta Mappadendang sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen.

“Pelihara ki ini, jaga ki ini, budayakan ki ini, dan lestarikan ki ini. Dari sinilah kekuatan Barru berasal dari budaya, dari kebersamaan, dan dari cerita yang terus kita hidupkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia A. Pananrangi menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat partisipasi aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Ia juga mengungkapkan bahwa Pesta Adat Paenge telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2025.

“Penetapan ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia kepada pemangku adat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Andi Milawaty Abustan, disaksikan Wakil Bupati.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi mappasili sebagai simbol penyucian diri dan harapan akan keberkahan, serta prosesi ma’jimpo-jimpo (saling menyiram air) .

Diketahui, Pesta Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo merupakan Warisan Budaya Tak Benda kelima dari Kabupaten Barru, setelah Marakka Bola, Tari Sere Api, Massure, dan Mattojang. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama