Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

AS Mencegat Serangan Iran Saat Israel Terus Membom Lebanon

Asap mengepul setelah pemboman Israel di Lebanon Selatan seperti terlihat dari seberang perbatasan di Galilea Atas, di Israel Utara pada 5 Juni 2026 [AFP]

JAKARTA - Komando Pusat AS mengatakan tujuh rudal balistik ditembakan ke Kuwait dan Bahrain, beberapa jam setelah menembak jatuh empat drone yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz. Amerika Serikat mengumumkan telah mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz dan Teluk Persia saat negosiasi antara kedua pihak terhenti.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), tujuh rudal balistik ditembakkan ke arah Kuwait dan Bahrain pada Jumat malam, beberapa jam setelah CENTCOM menembak jatuh empat drone serang Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz, enam rudal berhasil dicegat, dan yang ketujuh tidak mencapai target.

Sementara itu, pasukan AS menargetkan situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan di Pulau Qeshm.

Menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serangannya menargetkan pangkalan AS di wilayah tersebut sebagai balasan atas serangan AS.

AS dan Iran telah berpartisipasi dalam pembicaraan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan sementara guna mengakhiri perang. Namun kedua pihak tetap berselisih.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Iran menginginkan pencabutan sanksi, akses ke aset yang dibekukan, dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhannya. Pada saat yang sama, AS menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dan konsesi terhadap program nuklir Teheran.

Almigdad Alruhaid Al Jazeera melaporkan dari Teheran, bahwa serangan terbaru IRGC merupakan peringatan kepada AS.

"IRGC menyatakan dengan jelas bahwa insiden terbaru ini dimulai ketika beberapa kapal tanker minyak yang didukung oleh Amerika Serikat mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan IRGC," kata Alruhaid, menambahkan bahwa yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian serangan balasan.

Alruhaid melanjutkan laporannya, bahwa mereka secara tegas memperingatkan agresi semacam ini dari Amerika Serikat di kawasan ini tidak akan dibiarkan begitu saja, dan akan membalas dengan keras dan segera.

Sementara itu, saat AS dan Iran terus saling menyerang, Israel masih melancarkan serangan di Lebanon Selatan.

Pada Sabtu pagi, tentara Lebanon mengumumkan bahwa beberapa tentaranya, termasuk seorang perwira tewas, setelah serangan Israel menghantam kendaraan militer mereka di jalan Khardali-Nabatieh.

Meskipun Israel dan Hizbullah terus bertempur, tentara Lebanon secara historis menghindari konfrontasi dan tidak terlibat dalam konflik saat ini.

Pecahnya konflik terbaru antara Hizbullah dan Israel dimulai pada awal Maret setelah kelompok bersenjata itu mengatakan bahwa mereka bertindak untuk mendukung Teheran.

Sabtu pagi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak komentar yang dibuat oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun bahwa Beirut adalah alat tawar-menawar bagi Teheran selama negosiasi dengan AS.

“Seandainya Lebanon menjadi alat tawar-menawar bagi Iran, kita pasti sudah mencapai kesepakatan sejak lama,” katanya di X.

“Selamatkan Lebanon dari musuh sejati Anda, Tuan Presiden.”

Awal pekan ini, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak gencatan senjata yang dimediasi AS antara pemerintah Lebanon dan Israel untuk menghentikan pertempuran karena tidak mencakup Hizbullah atau mengatur penarikan Israel dari Lebanon Selatan. (Sumber: Al Jazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama