Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Barru: Pembangunan SR Tidak Ada Kmpromi


BARRU (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Abustan A. Bintang, Forkopimda, DPRD, Sekda, dan sejumlah kepala OPD, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II (Permanen) di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (29/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan salah satu program strategis nasional tersebut menjelang peresmian serentak oleh Presiden RI pada 20 Juli 2026.

Bersama rombongan, Bupati meninjau ruang kelas SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, gedung serbaguna, lapangan upacara, hingga fasilitas olahraga. 

Koordinator Sekolah Rakyat Wilayah Barru, Ardian Saputra, menjelaskan bahwa progres pembangunan telah mencapai 86 persen dengan deviasi sekitar 3 persen, sementara pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap finishing.


"Kendala material dan logistik yang sempat terjadi telah teratasi. Saat ini kami fokus mengejar penyelesaian akhir agar target 20 Juli dapat tercapai," ujar Ardian.

Ardian menambahkan, untuk mempercepat penyelesaian, jumlah tenaga kerja telah ditingkatkan menjadi sekitar 1.200 orang. Kawasan Sekolah Rakyat nantinya akan dilengkapi delapan asrama, rumah susun guru, dapur umum terpusat, kantin, gedung serbaguna, CCTV terintegrasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati memeriksa langsung kualitas pekerjaan, mulai dari lantai, plafon, ventilasi, drainase, hingga fasilitas sanitasi. Ia menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu tidak boleh mengabaikan kualitas bangunan.

"Tolong jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau masih ada yang kurang, perbaiki dulu. Yang kita inginkan bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi kualitas bangunan juga harus benar-benar terjamin," tegasnya.

Bupati juga meminta Kepala Sekolah Rakyat, Haris, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan dan fasilitas sebelum proses serah terima.


Sementara itu, Kajari Barru Erik Yudistira mengingatkan pentingnya penyelesaian administrasi hibah lahan dan legalitas aset, sedangkan Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap menyoroti percepatan pekerjaan melalui penambahan tenaga kerja.

Bupati menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi.

"Kami percaya kepada pelaksana, tetapi kami tidak akan berhenti melakukan pengawasan. Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan semuanya berjalan baik," ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat Barru akan menerima tambahan sekitar 60 calon siswa dari Kabupaten Pangkep, serta akan mendapat pembinaan kedisiplinan dari taruna Akademi Militer pada awal Agustus.

"Insyaallah, sesuai target pemerintah pusat, Sekolah Rakyat Kabupaten Barru akan ikut diresmikan oleh Bapak Presiden pada 20 Juli mendatang. Anak-anak Barru tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dunia pendidikan," tutup Bupati.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama