Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Piala Dunia 2026 tidak saja mempertontonkan permainan tetapi juga teknologi

"Trionda" adalah bola pertandingan resmi untuk Piala Dunia 2026 (File: Daniel Cole/Reuters)

JAKARTA - Ajang sepakbola edisi Piala Dunia 2026 tidak saja mempertontonkan permainan para pemain yang bertanding tetapi juga tersedianya teknologi dari bola sensor sampai anjing robot untuk mendeteksi keamanan.

Gabungan antara permainan dan teknologi bertujuan agar turnamen yang digelar selama 39 hari menjadi versi termegah yang mengesankan bagi penonton. 

Bola pertandingan yang dilengkapi sensor
"Trionda" bahasa Spanyol untuk "tiga gelombang", adalah bola yang spesial dari Adidas untuk pertandingan resmi Piala Dunia A026, yang akan dimainkan di seluruh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sebuah chip sensor unit pengukuran inersia (IMU) kecil terintegrasi ke dalam bola, memberikan wawasan tentang setiap elemen pergerakannya. Sensor ini menangkap data 500 kali per detik, melacak akselerasi bola dan pergerakan granular dalam tiga dimensi.

“Teknologi ini mengirimkan data yang tepat ke sistem asisten wasit video (VAR) secara real-time, agar meningkatkan pengambilan keputusan petugas pertandingan, termasuk terkait insiden offside,” demikian pernyataan FIFA.

Sederhananya seperti yang dijelaskan Kepala Penelitian & Standar FIFA, Nicolas Evans, dalam sebuah video BBC, sensor tersebut memberi tahu apa yang dilakukan bola dalam ruang 3D.

Avatar Pemain 3D yang Didukung AI
Penggunaan teknologi tidak hanya terbatas pada bola pertandingan. Pemain juga merupakan bagian kecil dari teknologi tersebut.

Sebagai bagian dari kemitraan antara FIFA dan Lenovo, produsen komputer pribadi terbesar di dunia, serangkaian inovasi teknologi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) diluncurkan awal tahun ini, di antaranya adalah avatar pemain 3D yang didukung AI.

Pemain di Piala Dunia akan dipindai secara digital untuk membuat model 3D yang presisi. Setiap pemindaian membutuhkan waktu sekitar satu detik dan menangkap apa yang digambarkan FIFA sebagai dimensi bagian tubuh yang sangat akurat, memungkinkan sistem untuk melacak pemain dengan andal selama gerakan cepat atau terhalang.

"Avatar pemain 3D yang didukung AI mewakili perkembangan signifikan dalam teknologi offside semi-otomatis," demikian siaran pers FIFA dari bulan Januari.

Selain itu, model 3D akan diintegrasikan ke dalam siaran utama, memungkinkan keputusan offside yang ditentukan oleh sistem VAR ditampilkan lebih realistis dan lebih menarik bagi penggemar di stadion dan pemirsa di seluruh dunia.

Kamera tubuh wasit, yang telah dicoba di liga sepak bola utama di seluruh dunia, juga akan digunakan di 104 pertandingan, agar penonton seolah-olah hadir di tengah lapangan.

Anjing Robot
Untuk membantu mengatasi kejahatan di Piala Dunia, polisi Meksiko akan mengandalkan anjing. Bukan anjing sungguhan, tetapi anjing robot.

Robot berkaki empat ini dirancang untuk memasuki area berbahaya dan menyiarkan video langsung kembali ke pasukan keamanan, yang dapat menonton sebelum mengambil tindakan selama turnamen.

Robot berbentuk hewan ini – yang dibeli seharga 2,5 juta peso ($145.000) oleh dewan kota Guadalupe, bagian dari wilayah metropolitan Monterrey – akan dikerahkan “jika terjadi perselisihan”, kata Walikota Guadalupe, Hector Garcia.

Tujuan anjing robot ini adalah “untuk mendukung petugas polisi dengan intervensi awal … untuk melindungi keselamatan fisik petugas”, tambahnya.

Teknologi offside semi-otomatis canggih
Frustrasi dengan hakim garis yang terlambat mengangkat bendera offside, akan berakhir.

FIFA telah memperkenalkan teknologi offside semi-otomatis canggih, yang memungkinkan petugas untuk membuat keputusan lebih cepat daripada menunggu pergerakan terjadi.

Teknologi offside semi-otomatis dirancang untuk mendeteksi offside hampir secara real-time, tetapi sebelumnya hanya memberi peringatan kepada wasit jika seorang pemain berada lebih dari 50 cm di luar garis offside. Namun, dalam versi terbarunya, teknologi ini sekarang dapat membantu memberikan keputusan yang lebih akurat dengan memberi sinyal ketika seorang pemain berada lebih dari 10 cm di luar garis offside.

Wasit akan menerima peringatan audio real-time langsung ke earphone mereka, daripada harus menunggu VAR.

Namun, ada beberapa keterbatasan. Teknologi ini hanya dapat digunakan untuk offside posisional, bukan untuk keputusan subjektif, dan tidak akan mampu mendeteksi offside yang paling dekat. Selain itu, teknologi ini tidak dapat menafsirkan apakah seorang pemain mengganggu permainan dan mungkin tidak dapat memutuskan offside jika pemain berada di tanah atau tubuh terlalu dekat satu sama lain.

Meskipun demikian, FIFA percaya teknologi baru ini akan mengurangi frustrasi penonton dan pemain, serta mengurangi kemungkinan cedera akibat permainan yang tidak perlu ketika bendera offside akan diangkat.

Jeda Minum
Jeda minum selama tiga menit di setiap babak akan diterapkan di Piala Dunia, FIFA memperkenalkan hal ini untuk memprioritaskan kesejahteraan pemain.

Tidak memandang kondisi cuaca atau suhu yang menjadi pertimbangan, jeda akan dilakukan sekitar pertengahan babak (menit ke-22).

“Untuk setiap pertandingan, di mana pun pertandingan dimainkan, terlepas dari apakah ada atap atau suhu, akan ada jeda minum selama tiga menit. Jeda akan berlangsung tiga menit dari peluit awal hingga akhir babak di kedua babak,” kata Manolo Zubiria, Kepala Petugas Turnamen, AS, untuk Piala Dunia FIFA 2026.

Zubiria melanjutkan keterangannya, tentu saja jika terjadi penghentian pertandingan karena cedera pada menit ke-20 atau ke-21 dan masih berlangsung, hal ini akan ditangani di tempat oleh wasit. (sumber: Al Jazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama