Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Atasi Limbah B3, Kota Tangerang Pasang Dropbox Sampah Elektronik


TANGERANG (wartamerdeka.info) - Warga bisa buang lampu bekas, batrei, dan kabel dengan aman karena Pemkot Tangerang telah menyediakan fasilitas Dropbox Sampah Elektronik yang kini beroperasi di Bank Sampah Cahaya RW 08, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung.

Dropbox khusus dirancang untuk menampung limbah B3 skala rumah tangga hingga kapasitas 20 kg per unit. Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas persoalan pembuangan sampah elektronik yang selama ini masih bercampur dengan sampah rumah tangga biasa.

Permasalahan limbah B3 rumah tangga seperti lampu bekas, baterai, kabel, hingga komponen elektronik kecil kerap diabaikan warga karena belum ada tempat pembuangan khusus.

Merespons hal ini, Dimas Lingkumgan Hidup (DLH) Kota Tangerang bergerak cepat. Juli 2026, DLH memasang Dropbox Sampah Elektronik pertama di Bank Sampah Cahaya RW 08 Alam Jaya, Jatiuwung. Pemilihan lokasi didasarkan pada aktifnya kegiatan bank sampah dan kesadaran warga yang cukup tinggi dalam memilah sampah.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menyebut ini langkah strategis pemerintah daerah.  

"Limbah elektronik tidak boleh dibuang sembarangan bersama sampah rumah tangga biasa karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3)," kata Wawan Fauzi, menerangkan 27 Juli 2026 di Alam Jaya Jatiuwung Kota Tangerang.

Menurutnya, melalui dropbox berkapasitas 20 kg ini, mempermudah warga RW 08 Alam Jaya untuk memilah dan membuangnya secara aman, agar tidak mencemari lingkungan.


Dropbox Sampah Elektronik ini berbentuk kontainer kedap air dan tahan api, yang ditempatkan di area Bank Sampah Cahaya. Sistem kerjanya sederhana dan berbasis komunitas:

Pemilahan Mandiri di Rumah : 
  • Warga diminta memisahkan limbah B3 rumah tangga seperti lampu TL/LED bekas, baterai AA/HP/laptop, charger rusak, kabel, dan komponen elektronik kecil dari sampah organik dan anorganik, 
  • Warga membawa limbah B3 tersebut ke Bank Sampah Cahaya RW 08 dan memasukkannya ke dalam Dropbox. Satu unit dropbox bisa menampung hingga 20 kg limbah,
  • Ketua Bank Sampah mencatat jenis dan berat limbah yang masuk. Data ini menjadi bahan laporan ke DLH Kota Tangerang.
  • Ketika kapasitas mendekati 20 kg atau secara berkala, petugas DLH Kota Tangerang akan menjemput dan mengangkut limbah dari dropbox untuk diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan limbah B3 berizin.

Ketua Bank Sampah Cahaya RW 08 Magdalena, menyambut baik program ini. "Kehadiran dropbox sampah elektronik ini sangat membantu kami. Dengan kapasitas hingga 20 kg, warga tidak perlu bingung lagi membuang limbah B3. Pengumpulan dan pengamanan sampah berbahaya dari rumah warga kini jadi jauh lebih terstruktur dan berkala" katanya

Saat ini Dropbox tahap awal baru ditempatkan di Bank Sampah Cahaya RW 08 Alam Jaya, Jatiuwung. Untuk warga di wilayah lain, DLH membuka mekanisme pengajuan melalui Bank Sampah Aktif : RT/RW yang sudah memiliki Bank Sampah aktif bisa mengajukan permohonan ke DLH Kota Tangerang melalui Kelurahan dan Kecamatan.

  • Proposal Komunitas : Lampirkan data jumlah KK, bukti kegiatan bank sampah, dan komitmen pengurus untuk mengelola.
  • Survei dan Instalasi : Tim DLH akan melakukan survei lokasi. Jika memenuhi syarat, Dropbox akan dipasang gratis oleh Pemkot.

"Kesadaran memilah sampah harus dimulai dari rumah demi terwujudnya Kota Tangerang bersih, sehat, dan berkelanjutan" ujar Wawan Fauzi.

Berdasarkan data teknis dari DLH, Dropbox Sampah Elektronik memiliki spesifikasi sbb : 

  • Kapasitas maksimal 20 kg limbah B3 rumah tangga per unit.
  • Bahan nesi plat anti karat, kedap air, ventilasi khusus, dan kunci pengaman
  • Fitur label jenis limbah, tempat penyimpanan terpisah, dan tahan percikan
  • Harga untuk tahap awal Pemkot Tangerang menggratiskan pengadaan dan pemasangannya. Dropbox untuk bank sampah binaan. Ke depan, skema CSR dan CSR perusahaan juga akan dilibatkan untuk perluasan program ini.

DLH menargetkan penambahan 10 titik Dropbox di 13 kecamatan hingga akhir 2026.

Dengan adanya dropbox diharapkan tiga hal, lingkungan lebih aman, mencegah pencemaran tanah dan air akibat baterai dan lampu yang dibuang sembarangan. Data Tertata, Pemkot memiliki data riil volume limbah B3 rumah tangga. Edukasi Masyarakat, menumbuhkan budaya pilah sampah dari sumber.

Magdalena berharap Bank Sampah lain di Jatiuwung dan Kota Tangerang segera menyusul. "Kalau semua RW punya, Jatiuwung bisa jadi percontohan pengelolaan sampah B3 berbasis masyarakat" katanya bersemangat.

Langkah kecil di RW 08 Alam Jaya ini diharapkan menjadi awal dan contoh yang besar Kota Tangerang dalam menangani limbah berbahaya rumah tangga. (Drianto Martono,)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama