Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Amerika Serikat Akan Menyerang Iran Dalam Waktu Dekat


JAKARTA (wartamerdeka) - Media AS melaporkan pada hari Jumat bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump rencana melancarkan serangan bersama dengan Israel terhadap infrastruktur energi di Iran paling cepat akhir pekan ini.

Sementara Iran bereaksi keras terhadap laporan tersebut, mengancam akan melakukan serangan balasan secara besar-besaran.

CBS News mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa AS dan Israel sedang merencanakan apa yang akan menjadi salah satu kampanye pengeboman terkeras hingga saat ini terhadap target infrastruktur energi di Iran.

Namun, sumber-sumber tersebut mengatakan kepada CBS bahwa Trump belum memberikan perintah akhir untuk serangan tersebut.

CBS juga melaporkan bahwa beberapa ajudan Gedung Putih yang bertanggung jawab atas politik yang menentang rencana tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan komentar kepada NHK. Dia mengatakan Iran melanggar nota kesepahaman dengan AS, menembaki kapal-kapal komersial dan membunuh tentara Amerika. Iran akan terus membayar sampai mereka datang ke meja perundingan dengan cara yang bermakna.

Pada hari Sabtu, Kantor Berita Tasnim Iran, yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam, mengutip seorang pejabat keamanan senior bahwa Iran telah menyiapkan rencana komprehensif untuk menanggapi potensi tindakan gegabah Amerika.

Pejabat tersebut dilaporkan bahwa rencana respons Teheran mencakup infrastruktur penting Israel dan infrastruktur energi AS di Timur Tengah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama