Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dubes AS di Timur Tengah Peringatkan Warganya Akan Terjadi Peningkatan Konflik

Foto AP / Hani Mohammed

JAKARTA (wartamerdeka) - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Israel dan beberapa negara Arab pada hari Sabtu memperingatkan warga Amerika tentang kemungkinan peningkatan konflik di Timur Tengah dan mendesak mereka untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah tersebut.

"Karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi peningkatan yang tidak terduga. Warga Amerika di wilayah tersebut harus mempertimbangkan untuk pergi atau bersiap pergi jika terjadi peningkatan konflik," kata misi diplomatik AS di Israel dalam sebuah pernyataan di X.

Pesan serupa diposting oleh kedutaan besar AS di Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Irak, Oman, Bahrain, dan Qatar. Sementara warga AS di luar Timur Tengah juga telah didesak untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke dan melalui wilayah tersebut.

Seperti diketahui, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada malam 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak saat itu pula militer AS telah melakukan beberapa serangan terhadap Iran.

Terpisah, pasukan Iran telah merespons dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah, dengan Teheran menuduh Washington melanggar memorandum tentang penghentian permusuhan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama