Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

RSUD La Patarai Tetapkan Status Darurat Krisis Air


BARRU (wartamerdeka.info) - RSUD La Patarai Kabupaten Barru menetapkan status darurat gangguan utilitas/krisis air pada skala rumah sakit menyusul terhentinya pasokan air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM sejak 15 September 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pengendalian risiko menghadapi gangguan pasokan air yang berlangsung di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Manajemen RSUD La Patarai memastikan pelayanan esensial dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama, meski keterbatasan pasokan air memberikan tekanan terhadap operasional rumah sakit.

Sejak gangguan terjadi, berbagai langkah mitigasi langsung dijalankan secara simultan. Rumah sakit mengoptimalkan kapasitas reservoir dan tandon, memobilisasi suplai dari sumber alternatif, mengatur distribusi air berdasarkan skala prioritas, membatasi penggunaan untuk kebutuhan nonprioritas, serta melakukan pemantauan kualitas air.


Koordinasi juga terus diperkuat bersama PDAM, BPBD, PMI, Pemerintah Kabupaten Barru dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan kebutuhan air untuk pelayanan kritis tetap terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan pasokan utama.

Untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi, RSUD La Patarai mengaktifkan Hospital Incident Command System (HICS).

Melalui sistem ini, seluruh respons terhadap krisis dikendalikan dalam satu mekanisme komando yang melibatkan fungsi pelayanan dan operasi, perencanaan, logistik, keuangan dan administrasi, keselamatan serta pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga komunikasi dan koordinasi eksternal.

Dengan demikian, penanganan krisis tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap unit, tetapi berada dalam satu sistem komando rumah sakit yang terukur dan terintegrasi.

Direktur RSUD La Patarai, dr. Suriadi Nurdin, Sp.B., M.Kes., menegaskan bahwa keterbatasan air tidak boleh mengganggu layanan yang menyangkut keselamatan pasien.

“Air yang tersedia diprioritaskan untuk pelayanan kegawatdaruratan, pasien yang membutuhkan perawatan intensif, pelayanan maternal-neonatal emergensi, operasi emergensi, kebutuhan dasar pasien rawat inap, higiene dan sanitasi, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta kebutuhan klinis esensial lainnya,” tegasnya, Senin 21/9/2026.

RSUD La Patarai secara berkala mengevaluasi ketersediaan air, kebutuhan pelayanan, dan proyeksi ketahanan cadangan.

Dalam kondisi tertentu, kegiatan atau pelayanan yang tidak bersifat prioritas dan secara klinis aman untuk dijadwalkan kembali dapat mengalami penyesuaian sementara.

Setiap keputusan dilakukan berdasarkan tingkat risiko, kebutuhan klinis, dan keselamatan pasien melalui mekanisme komando yang telah ditetapkan.

Manajemen juga memahami bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien, keluarga, pengunjung, maupun petugas.

Karena itu, rumah sakit menyampaikan permohonan pengertian kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap keluhan yang masuk tetap dicatat, ditindaklanjuti, dan menjadi bahan evaluasi perbaikan pelayanan.

Bagi pasien yang membutuhkan rawat inap, petugas akan memberikan informasi mengenai kondisi dan keterbatasan pelayanan yang relevan.

Apabila berdasarkan penilaian klinis kebutuhan pasien tidak dapat dipenuhi secara aman dalam kondisi yang tersedia, tim pelayanan dapat mempertimbangkan rujukan atau pemindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain.

Proses tersebut tetap dilakukan berdasarkan indikasi medis, keselamatan pasien selama rujukan, serta ketersediaan fasilitas penerima.

Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barru, PDAM dan pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan untuk memperkuat suplai alternatif sekaligus mempercepat pemulihan pasokan air melalui jaringan utama.

Status darurat akan dievaluasi secara berkala dan dapat diturunkan atau diakhiri setelah kontinuitas, kuantitas, dan keamanan pasokan air dinilai kembali memadai untuk mendukung operasional rumah sakit.

RSUD La Patarai menegaskan, di tengah keterbatasan yang terjadi, keselamatan pasien tidak dapat ditawar.

Pelayanan tetap berjalan dengan pengaturan berdasarkan tingkat urgensi, sementara seluruh sumber daya yang tersedia diarahkan untuk menjaga keberlangsungan layanan yang paling vital bagi masyarakat.

Pelayanan RSUD La Patarai tetap berlangsung dengan prioritas utama pada keselamatan pasien dan layanan esensial.

Penyesuaian sementara dapat dilakukan terhadap fasilitas, kegiatan, atau pelayanan tertentu sesuai kondisi ketersediaan air dan pertimbangan klinis.

Pasien dan keluarga berhak memperoleh penjelasan mengenai kondisi pelayanan serta menyampaikan pertanyaan atau keluhan kepada petugas.

Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan melalui kanal resmi RSUD La Patarai dan Pemerintah Kabupaten Barru.

Narahubung/Informasi Resmi
RSUD La Patarai Kabupaten Barru
Telepon: 0811-45000-112 (Halo Anti)
Direktur UPT RSUD La Patarai
dr. Suriadi Nurdin, Sp.B., M.Kes. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama