Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Barru Perkuat Intervensi Gizi Anak, 64 Anak Terima Bantuan Susu


BARRU (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat komitmen dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan 3.840 pcs susu kepada 64 anak sasaran di Kecamatan Tanete Rilau.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan susu dalam kegiatan bertajuk Pemenuhan Gizi Anak Barru: Sehat Cerdas, Cegah Stunting, yang berlangsung di Rumah Zainuddin, Dusun Lompengen, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Rabu (28/10/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Pemerintah Kabupaten Barru, dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). 


Sinergi ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mendukung pemenuhan gizi anak sejak dini sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting.

Sebanyak 3.840 pcs susu dari Kementerian PPPA disalurkan kepada 64 anak sasaran yang tersebar di desa dan kelurahan se-Kecamatan Tanete Rilau. Setiap anak menerima 60 pcs susu untuk kebutuhan selama 30 hari, dengan anjuran konsumsi dua pcs per hari.

Pemilihan Kecamatan Tanete Rilau sebagai sasaran intervensi mempertimbangkan kondisi prevalensi stunting di wilayah tersebut. Dengan pendekatan ini, bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan komitmen berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak. Selain dukungan pemerintah melalui program intervensi gizi, kesadaran orang tua dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak juga memegang peranan penting dalam menunjang tumbuh kembang yang optimal.

Bupati berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan yang memberikan dampak langsung bagi kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Barru.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga diharapkan terus diperkuat agar pemenuhan gizi anak semakin optimal dan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang berorientasi pada kesehatan dan masa depan anak, demi mewujudkan generasi Barru yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., Camat Tanete Rilau Andi Jaya Tjibu, Kepala Dinas PMDPPKB Herman Jaya, S.IP., M.M., Kepala Dinas Kesehatan dr. Wahyuddin Adam, MARS., jajaran terkait, serta para orang tua dan anak penerima bantuan.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama