Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Barru Tegaskan Pembangunan Masjid Al Markaz Dituntaskan Akhir 2027


BARRU  (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., berdialog langsung dengan pengurus dan jemaah Masjid Al-Markaz Al-Islami  Nurussahada Lasinri Barru dalam suasana bincang santai usai salat Magrib berjemaah, Rabu (28/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang terbuka bagi pengurus dan jemaah untuk menyampaikan berbagai saran, masukan, serta kebutuhan terkait penyelesaian pembangunan dan pengelolaan masjid.

Sejumlah hal yang mengemuka dalam dialog tersebut di antaranya kejelasan alas hak atau status lahan, penerangan lampu di halaman masjid, penataan taman dan halaman parkir, kepastian pembiayaan operasional, serta berbagai kebutuhan lain yang dinilai penting untuk menunjang kenyamanan jemaah dan keberlangsungan aktivitas masjid.


Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa Masjid yang untuk sementara diberi nama 'Al-Markaz Al-Islami Nurussahada' masih berstatus sebagai aset Pemerintah Kabupaten Barru dan belum diserahkan kepada pihak pengelola.

“Sepanjang belum diserahkan, seluruh pembangunan fisik masjid masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Bupati.

Ia menekankan bahwa penyelesaian pembangunan masjid merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru. Bupati bahkan menegaskan tekadnya agar seluruh pekerjaan fisik masjid dapat dirampungkan hingga akhir 2027.

Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tetap bertanggung jawab terhadap penyelesaian pembangunan selama proses penyerahan aset belum dilakukan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati pendahulunya, H. Suardi Saleh, yang telah memprakarsai pembangunan Masjid Al-Markaz Al-Islami. 

Menurutnya, prakarsa pembangunan tersebut merupakan langkah penting dalam menghadirkan sarana ibadah yang representatif bagi masyarakat Barru. Karena itu, upaya yang telah dirintis perlu dilanjutkan hingga tuntas agar masjid ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Apresiasi tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya kesinambungan pembangunan, di mana ikhtiar positif yang telah dimulai oleh pemerintahan sebelumnya tetap menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk diselesaikan demi kepentingan masyarakat.

Bupati yang turut didampingi Sekda Barru. Pimpinan OPD terkait dan Kabag Kesra, menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen melanjutkan pembangunan hingga selesai, dengan target seluruh pekerjaan fisik dapat dirampungkan paling lambat akhir 2027.

Menurut Bupati, penyelesaian pembangunan perlu memperhatikan kebutuhan masjid secara menyeluruh, sehingga hasilnya tidak hanya memenuhi aspek fisik, tetapi juga mendukung kenyamanan, keamanan, dan kelayakan masjid sebagai tempat ibadah.

Selain persoalan pembangunan, dialog tersebut juga membahas pentingnya penataan kelembagaan masjid, mulai dari penetapan nama, penentuan tipologi, hingga penyempurnaan struktur kepengurusan.

Penetapan nama dan tipologi masjid perlu dibicarakan serta disepakati bersama agar identitas dan kedudukannya jelas sesuai dengan cakupan pelayanan, baik pada tingkat kabupaten, provinsi, kecamatan, maupun desa.

Seiring dengan kapasitas bangunan yang lebih besar, kepengurusan masjid juga diharapkan dapat disempurnakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan, termasuk penambahan personel agar pembagian tugas dan tanggung jawab berjalan lebih efektif.

Bupati turut membuka ruang komunikasi bersama pengurus dan jemaah agar berbagai persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.

Bincang santai tersebut mencerminkan pendekatan dialogis Bupati Barru dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui komunikasi seperti ini, pemerintah daerah berharap setiap kebutuhan dapat dipetakan dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penyelesaian.

Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, pembangunan masjid bukan sekadar menyelesaikan bangunan fisik, melainkan juga menghadirkan rumah ibadah yang layak, nyaman, dan mampu menunjang kehidupan keagamaan masyarakat.

Dengan komitmen penyelesaian hingga akhir 2027, Pemerintah Kabupaten Barru berharap pembangunan Masjid Al-Markaz Al-Islami dapat dituntaskan secara menyeluruh, sehingga nantinya menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama