Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kodam Jaya Gelar Latihan Posko 1 Korem 052/Wkr


TANGERANG (wartamerdeka.info) - Kasdam Jaya Brigjen TNI Suharyanto membuka Latihan Posko 1 Korem 052/Wkr 2018, di Makorem 052/Wkr. Latihan ini dalam rangka kesiapsiagaan satuan menghadapi kemungkinan situasi konflik yang timbul.

"Ini dalam rangka kesiapsiagaaan menghadapi kemungkinan situasi yang akan timbul. Harus dilaksanakan dengan semangat, serius dan gembira sesuai manajemen latihan," ujarnya.

Danrem 052/Wkr Kolonel Kav Agustinus Purboyo menambahkan, kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan dari prajurit dalam menanggulangi konflik sosial di wilayah kerjanya.

"Sehingga jika nanti ada kondisi yang memang mengharuskan kita terlibat, prajurit sudah siap. Dengan penanganan tepat, permasalahannya akan bisa diselesaikan dengan baik," ucapnya. Selasa (9/10).

Untuk materi yang diberikan dalam pelatihan ini, Komandan Lembaga Pendidikan Daerah Kodam Jaya, Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia mengungkapkan, para prajurit dilatih mekanisme kerja yang benar dalam penanganan konflik. Dari tahap perencanaan, persiapan, aksi penanganan, dan pengakhiran.

"Ini simulasi latihan hubungan staf dan komandan dalam rangka penanganan konflik sosial. Proses penyelesaian masalahnya, metode solving nya. Kita latihan, semua ada manajemennya," ungkapnya.

Latihan ini, lanjut Ketut, sangat diperlukan prajurit. Terutama jelang tahun politik, penyelenggaraan Pileg dan Pilres 2019 mendatang.

"Walaupun kita sering mengatasi, tetap dilatih ini mekanismenya. Sepanjang tahun prosesnya bertahap, bertingkat dan berlanjut," tandasnya.

Latihan ini akan ada simulasi konflik sosial seperti adanya demonstrasi di Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang. Dalam situasi tersebut, pihak kepolisian pun meminta bantuan Korem 052/Wkr dalam penanganan demonstrasi. Di sinilah proses perencanaan, persiapan, aksi dan pengakhiran akan dilakukan mulai dari Danrem 052/Wkr hingga staf lapangan. (Badar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama